Enam Bidang Prioritas Jadi Arah Pembangunan Bali 2025–2030

  • 14 Agt 2026 15:05 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Enam bidang prioritas ditetapkan untuk pembangunan Bali dalam periode 2025–2030 sebagai bagian dari visi pembangunan jangka panjang hingga 2125.
  • Arah pembangunan tersebut disampaikan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra.
  • Pengumuman prioritas pembangunan dilakukan pada upacara peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang bertempat di Lobby Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng pada Jumat, 14 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Singaraja – Enam bidang prioritas menjadi fokus pembangunan Bali pada periode 2025–2030. Arah pembangunan tersebut menjadi bagian dari tahapan menuju visi pembangunan Bali hingga 2125.

Enam prioritas itu disampaikan dalam sambutan tertulis Gubernur Bali I Wayan Koster yang dibacakan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra pada Upacara Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lobby Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Jumat, 14 Agustus 2026.

Bidang yang menjadi prioritas meliputi:

  • Adat, agama, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal;
  • Kesehatan, pendidikan, olahraga dan jaminan sosial;
  • Transformasi perekonomian melalui Ekonomi Kerti Bali;
  • Infrastruktur terintegrasi;
  • Lingkungan, kehutanan dan energi; serta
  • Bali Pulau Digital dan keamanan.

Sutjidra menyampaikan, pembangunan Bali membutuhkan arah yang terencana dan berkelanjutan agar kebijakan yang dijalankan saat ini tidak hanya berdampak dalam jangka pendek.

“Pembangunan Bali dilaksanakan melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam satu kesatuan wilayah, dengan prinsip Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola,” ucap Sutjidra.

Arah pembangunan tersebut berlandaskan Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun 2025–2125 dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Sutjidra menegaskan, pembangunan tidak hanya menyangkut aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga keberlanjutan adat, budaya, lingkungan, serta kualitas sumber daya manusia.

“Setiap karya, pengabdian, dan pelayanan hendaknya dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, serta semangat gotong royong demi nindihin Bali,” ujarnya.

Tema Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, “Suci Lascarya, Nusa Wijaya”, juga menekankan pentingnya ketulusan dalam menjalankan pengabdian.

“Ketulusan dalam berkarya dan mengabdi menjadi pesan penting dalam menjaga kepentingan umum serta melestarikan peradaban Pulau Dewata,” kata Sutjidra.

Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Buleleng turut dihadiri Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, BUMD, dan perwakilan siswa SMA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....