100 Tukik Dilepas di Pantai Camplung, Buleleng Perkuat Pelestarian Penyu
- 16 Agt 2026 13:21 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Menjaga keberlangsungan penyu di pesisir Kabupaten Buleleng mulai diperkuat melalui keterlibatan pemerintah dan masyarakat. Sebanyak 100 ekor tukik dilepas ke laut dalam kegiatan perdana di Pantai Camplung, Kelurahan Banyuasri, Minggu 16 Agustus 2026.
Pelepasan tukik tersebut digagas komunitas pecinta lingkungan Kurma Segara Raksa dan mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan pesisir yang selama ini menjadi lokasi penyu bertelur, terutama pada periode Mei hingga Agustus.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra yang hadir dalam pelepasan tersebut mengatakan, pelestarian penyu membutuhkan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan. Tidak hanya pemerintah, desa adat dan warga yang tinggal di sekitar pesisir juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga telur hingga tukik dapat kembali ke habitatnya.
Ancaman terhadap telur penyu masih menjadi perhatian karena sebagian telur berpotensi dimangsa predator. Karena itu, pengawasan bersama diperlukan agar proses penetasan dapat berlangsung lebih aman. “Nah, ini yang kita akan komunikasikan dengan antar desa adat agar mereka betul-betul ikut menjaga pelestarian dan kemurnian dari penyu-penyu ini. Inisiatif dari masyarakat ini sangat kami dukung,” ujarnya.
Sutjidra menambahkan, Pemkab Buleleng siap mendukung upaya tersebut melalui kolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah terkait. Dinas yang membidangi lingkungan hidup, pertanian dan ketahanan pangan, serta perikanan dapat dilibatkan untuk mendukung penataan kawasan sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Selain aspek konservasi, kawasan Pantai Camplung juga berpeluang dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Pengembangan tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan kegiatan masyarakat sehingga fungsi kawasan sebagai habitat penyu tetap terjaga.
Sementara itu, Ketua Komunitas Kurma Segara Raksa Nyoman Sadwika mengatakan, pelepasan perdana dilakukan terhadap 100 tukik yang dinilai telah siap dilepas ke habitatnya. Masih terdapat 60 tukik lainnya yang baru menetas sekitar satu pekan lalu dan untuk sementara dipelihara hingga kondisi fisiknya dinilai lebih kuat.
“Kami berharap langkah kecil yang kami lakukan sekarang bisa berdampak kepada langkah-langkah besar selanjutnya. Kami juga merencanakan grand desain kawasan Pantai Camplung sebagai wisata bahari yang memadukan pelestarian penyu, kuliner, water sport, dan wisata spiritual,” ucapnya.
Rencana pelestarian juga akan diarahkan sebagai bagian dari edukasi bagi generasi muda. Komunitas bersama pihak terkait berencana melibatkan sekolah-sekolah di Banyuasri dalam kegiatan pelepasan tukik sehingga siswa dapat mengenal secara langsung pentingnya menjaga satwa laut dan lingkungan pesisir.
Kegiatan pelepasan tukik ini diharapkan menjadi awal dari program konservasi yang dilakukan secara berkelanjutan. “Semoga apa yang kita cita-citakan bersama sebagai sesama pecinta binatang dan pecinta pelestarian lingkungan bisa terwujud,” katanya.
Dengan pelepasan 100 tukik tersebut, perhatian terhadap habitat penyu di Pantai Camplung mulai mendapat ruang lebih luas melalui kerja sama pemerintah, komunitas, desa adat, sekolah, dan masyarakat. Keberlanjutan program akan menjadi bagian penting agar kawasan pesisir Buleleng tidak hanya memiliki nilai wisata, tetapi juga tetap menjadi habitat yang aman bagi penyu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....