KPU Bali Bekali Pemilih Muda Buleleng Hadapi Tantangan Demokrasi

  • 02 Sep 2026 11:36 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali mendorong generasi muda di Kabupaten Buleleng menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi kepemiluan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng, Selasa, 1 September 2026. Kegiatan ini diikuti 96 peserta yang merupakan pemilih pemula untuk memperkuat pemahaman mengenai demokrasi, hak pilih, serta pentingnya partisipasi dalam pemilu.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna. Ia menekankan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam mengisi kemerdekaan melalui berbagai kegiatan yang berdaya, berkarya, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, demokrasi membutuhkan generasi muda yang mampu menentukan pilihan secara cerdas dan kritis dalam menyikapi berbagai informasi.

Gede Supriatna juga mengingatkan agar kebebasan berpendapat dan berekspresi di tengah perkembangan teknologi tetap disertai etika dan rasa tanggung jawab. Menurutnya, kemudahan memperoleh dan menyebarkan informasi harus diimbangi dengan kesadaran hukum. Pemuda dinilai perlu menjadi bagian dari masyarakat yang mampu menggunakan ruang digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan yang mengusung tema “Generasi Muda Membangun Demokrasi Bersama”. Ia menyampaikan sejumlah materi mengenai makna demokrasi dan hak politik, tahapan pemilu, peran KPU, partisipasi masyarakat, hingga tantangan demokrasi di era digital. Materi tersebut diberikan untuk mendorong pemilih muda memahami proses demokrasi secara lebih utuh.

Lidartawan menegaskan, kedaulatan berada di tangan rakyat sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (2) UUD 1945. Ia menyebutkan, pada Pemilu 2024 jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Bali mencapai 3.269.516 pemilih dan didominasi kelompok pemilih muda serta pemilih pemula. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan kualitas demokrasi ke depan.

“KPU bukan sekadar penyelenggara pemungutan suara, tetapi penjaga integritas seluruh proses demokrasi,” tegas Lidartawan. Ia mengajak pemuda tidak hanya menjadi pemilih pasif, tetapi turut terlibat dalam berbagai tahapan kepemiluan. Mulai dari memastikan diri terdaftar dalam DPT, mendukung proses pencocokan dan penelitian data pemilih, melakukan pengawasan partisipatif, hingga berani menolak politik uang di TPS, ujarnya.

Menghadapi tantangan demokrasi di ruang digital, Lidartawan juga mengingatkan pemilih muda untuk mewaspadai hoaks, disinformasi, politik uang, dan ujaran kebencian. Ia mendorong peserta menjadikan media sosial sebagai ruang untuk membangun demokrasi yang sehat dengan memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. “Timeline mu adalah ruang demokrasi. Jadilah pemilih digital yang cerdas dengan menerapkan prinsip saring sebelum sharing melalui langkah Stop, Check, Share,” katanya.

Diskusi berlangsung interaktif ketika peserta menyampaikan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan penyaluran aspirasi pemuda dan keterbatasan lapangan kerja. Lidartawan menjelaskan bahwa ruang untuk menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam politik telah terbuka serta memiliki landasan hukum. Ia mendorong generasi muda tidak hanya menyampaikan kritik dari luar, tetapi juga berani mengambil bagian dalam proses politik, termasuk bergabung dengan partai politik untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin.

Dalam sesi tersebut, peserta juga mempertanyakan bagaimana menjaga idealisme ketika generasi muda telah duduk di lembaga legislatif. Menanggapi hal itu, Lidartawan menekankan pentingnya keteguhan moral dan keberanian untuk menolak berbagai bentuk kompromi yang tidak sesuai dengan prinsip demokrasi. Ia berkaca pada pengalamannya ketika menjadi Ketua PPK Denpasar Barat yang menolak suap dan bersikap tegas terhadap dugaan penyelewengan perolehan suara, ucapnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama peserta dan jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng. Melalui edukasi kepemiluan tersebut, KPU Provinsi Bali berharap OKP dan pemilih muda dapat berperan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Generasi muda diharapkan mampu menangkal narasi negatif, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, serta ikut mengawal penyelenggaraan pemilu yang demokratis, berintegritas, dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....