KPU Buleleng Bekali Mahasiswa FHIS Undiksha Jadi Pemilih Cerdas 2029
- 08 Sep 2026 20:37 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng mulai memperkuat pendidikan demokrasi di kalangan mahasiswa sebagai langkah awal menyiapkan pemilih cerdas menuju Pemilu 2029. Melalui sosialisasi yang digelar di Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), mahasiswa diajak memahami peran strategis generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar FHIS Undiksha, Selasa, 8 September 2026, diikuti organisasi kemahasiswaan intra kampus. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPU Buleleng Komang Dudhi Udiyana serta Anggota KPU Buleleng Putu Arya Suarnata yang menjadi narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Putu Arya Suarnata menegaskan bahwa mahasiswa bukan hanya memiliki hak memilih, tetapi juga memiliki tanggung jawab menyebarkan literasi demokrasi di lingkungan kampus maupun masyarakat. Menurutnya, kelompok intelektual muda memiliki pengaruh besar dalam membangun budaya politik yang sehat dan partisipatif.
“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi intelektual yang dapat menjadi agen edukasi demokrasi. Pemahaman yang benar tentang kepemiluan perlu terus disebarluaskan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menggunakan hak pilih,” ujarnya.
Materi yang disampaikan diawali dengan penjelasan mengenai dasar hukum penyelenggaraan pemilu berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Putu Arya menjelaskan bahwa pemilu merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Ia juga menguraikan peran KPU sebagai lembaga independen yang tidak hanya menyelenggarakan tahapan pemilu, tetapi memiliki tanggung jawab melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran politik serta mendorong partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.
Mahasiswa kemudian diajak mendiskusikan pengalaman mereka saat mengikuti Pemilu 2024. Sejumlah peserta mengaku sempat mengalami kebingungan ketika harus memilih banyak calon, terutama pada surat suara legislatif yang tidak menampilkan foto kandidat.
Selain itu, peserta juga menilai edukasi mengenai tata cara pencoblosan di tempat pemungutan suara masih perlu ditingkatkan. Pengalaman tersebut menjadi bahan refleksi bersama mengenai pentingnya pendidikan pemilih yang dilakukan secara lebih intensif sejak dini.
Menanggapi hal tersebut, Putu Arya menjelaskan bahwa pemilih cerdas tidak hanya memahami prosedur memberikan suara, tetapi juga mampu menilai informasi, mengenali peserta pemilu, dan menentukan pilihan secara sadar. Ia menyebut terdapat tiga unsur utama yang menentukan kualitas pemilu, yakni peserta pemilu, pemilih, dan penyelenggara pemilu.
“Pemilu yang berkualitas lahir dari peserta yang baik, penyelenggara yang profesional, dan pemilih yang cerdas. Ketiga unsur ini saling berkaitan dalam mewujudkan demokrasi yang sehat,” katanya.
Pada bagian akhir kegiatan, KPU Buleleng juga menyoroti tantangan menuju Pemilu 2029, khususnya dalam meningkatkan partisipasi pemilih muda dan pemilih pemula. Mahasiswa didorong untuk mengambil peran lebih luas sebagai duta sosialisasi demokrasi di kampus maupun komunitasnya.
Diskusi dan tanya jawab menutup rangkaian kegiatan dengan berbagai pandangan kritis dari mahasiswa mengenai kepemiluan di Indonesia. Melalui pendidikan demokrasi ini, KPU Buleleng berharap generasi muda tidak hanya menjadi pemilih aktif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga demokrasi yang berkualitas dan konstitusional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....