Harga Ayam Potong Melonjak, Pilihan Protein Hewani Terjangkau dan Bergizi

  • 31 Agt 2026 06:45 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Buleleng - Harga daging ayam ras di sejumlah pasar di Bali mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih cermat dalam mengatur belanja pangan, terutama bagi keluarga yang menjadikan ayam sebagai salah satu sumber protein hewani.

Berdasarkan pemantauan Pemerintah Provinsi Bali terhadap harga pangan di 60 pasar, rata-rata harga daging ayam ras di Bali pada 29 Agustus 2026 mencapai Rp45.030 per kilogram. Bahkan di Pasar Banyuasri Singaraja, harga ayam mencapai Rp 50.000 per kilogram.

Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan pertengahan Agustus yang berada di kisaran Rp42 ribu per kilogram. Kenaikan harga ayam tentu dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga.

Namun, masyarakat tidak perlu mengurangi asupan protein. Berikut sejumlah pilihan bahan pangan lain yang tetap bergizi dan dapat disesuaikan dengan kondisi harga di pasar.

1. Telur Ayam

Telur ayam dapat menjadi salah satu pilihan protein hewani yang mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional maupun modern di Bali.

Telur mengandung protein yang dibutuhkan tubuh untuk membantu pertumbuhan dan memperbaiki jaringan. Selain itu, telur cukup mudah diolah menjadi berbagai menu, seperti telur rebus, telur dadar atau campuran sayuran.

Masyarakat dapat menyesuaikan jumlah pembelian telur dengan kebutuhan keluarga agar tetap hemat.

2. Ikan Lokal

Ikan dapat menjadi alternatif sumber protein hewani ketika harga ayam meningkat. Bali memiliki berbagai pilihan ikan yang dapat ditemukan di pasar tradisional maupun kawasan pesisir.

Ikan kembung, tongkol, lemuru dan jenis ikan lokal lainnya dapat menjadi pilihan sesuai ketersediaan dan harga.

Selain protein, beberapa jenis ikan juga mengandung lemak sehat yang dibutuhkan tubuh.

Cara pengolahan juga perlu diperhatikan. Ikan dapat dimasak dengan cara dikukus, direbus, dipanggang atau dibuat menjadi sup untuk mengurangi penggunaan minyak.

3. Tempe

Tempe bukan sumber protein hewani, tetapi dapat menjadi pilihan protein nabati yang ekonomis untuk melengkapi menu keluarga.

Bahan pangan berbahan dasar kedelai ini mudah ditemukan di berbagai pasar di Bali dan dapat diolah menjadi beragam menu.

Tempe juga dapat dipadukan dengan telur atau ikan sehingga kebutuhan protein keluarga tetap dapat terpenuhi dengan menu yang lebih beragam.

4. Tahu

Selain tempe, tahu juga dapat menjadi alternatif protein nabati yang relatif mudah diperoleh dan praktis diolah.

Tahu dapat dimasak dengan sayuran, dibuat sup atau dikukus. Masyarakat dapat mengombinasikan tahu dengan sumber protein lainnya agar menu sehari-hari tidak monoton.

Pemilihan bahan pangan berdasarkan harga dan ketersediaan lokal dapat membantu masyarakat mengatur pengeluaran rumah tangga.

5. Ikan Laut dan Hasil Perikanan Lokal

Sebagai wilayah kepulauan, Bali memiliki potensi sumber pangan dari sektor perikanan. Masyarakat dapat memanfaatkan hasil perikanan lokal sebagai alternatif ketika harga ayam mengalami kenaikan.

Tidak harus memilih ikan dengan harga tinggi. Jenis ikan yang sedang melimpah dan memiliki harga lebih terjangkau dapat menjadi pilihan.

Dengan memilih bahan pangan lokal, masyarakat juga turut mendukung petani dan nelayan di daerah.


Kenaikan harga ayam di Bali tidak berarti masyarakat harus menghilangkan ayam dari menu keluarga. Ayam tetap dapat dikonsumsi dengan menyesuaikan jumlah pembelian dan frekuensinya.

Perubahan harga tersebut menunjukkan pentingnya masyarakat membandingkan harga sebelum berbelanja dan menyesuaikan pilihan bahan makanan dengan kondisi pasar.

Protein merupakan salah satu zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh. Karena itu, kenaikan harga salah satu bahan pangan sebaiknya tidak membuat masyarakat mengurangi kebutuhan protein keluarga.

Telur, ikan, tempe dan tahu dapat dikombinasikan dalam menu sehari-hari. Masyarakat juga dapat memilih bahan pangan yang sedang memiliki harga lebih terjangkau di pasar.

Selain memperhatikan harga, kesegaran, kebersihan dan cara pengolahan makanan juga perlu diperhatikan. Dengan memanfaatkan berbagai sumber protein hewani dan nabati yang tersedia di Bali, masyarakat tetap dapat menyediakan makanan bergizi untuk keluarga tanpa harus bergantung pada satu jenis bahan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....