Tradisi Maulid Pegayaman Jadi Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya
- 26 Agt 2026 23:41 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat lokal dan mencerminkan komitmen terhadap pelestarian budaya.
- Tradisi Maulid di Pegayaman memiliki filosofi mendalam yang terikat erat dengan nilai-nilai iman, Islam, dan ihsan yang diterapkan dalam berbagai bentuk perlengkapan dan ritual perayaan.
- Perayaan Maulid tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan semata, tetapi juga sebagai wujud rasa syukur dan warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat.
RRI.CO.ID, Singaraja – Tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat. Perayaan yang berlangsung meriah tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai wujud syukur sekaligus pelestarian budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Pemerhati sejarah dan budaya Pegayaman, Suharto, menjelaskan tradisi tersebut memiliki filosofi yang erat dengan nilai iman, Islam, dan ihsan. Filosofi itu salah satunya tercermin melalui berbagai bentuk perlengkapan dan tradisi yang digunakan dalam perayaan Maulid.
Menurutnya, masyarakat Pegayaman memilih melaksanakan Maulid pada beberapa tanggal yang merujuk pada perbedaan pendapat ulama mengenai waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW. Perbedaan tersebut tidak dijadikan alasan untuk berdebat, melainkan diwujudkan dengan melaksanakan perayaan pada sejumlah tanggal.
"Orang Pegayaman tidak mau repot berdebat. Cukup sudah, ayo laksanakan semua pendapat itu. Rasulullah sudah ada, yang membawa iman kita sudah ada, kita sudah Islam dan bisa berlaku baik atau ihsan," ujar Suharto.
Tradisi Maulid di Pegayaman juga menunjukkan kuatnya akulturasi budaya Islam dengan budaya Bali. Salah satunya terlihat pada penggunaan sokok basi yang mengadopsi bentuk gebogan dalam tradisi Bali. Sokok tersebut dihiasi bunga dan berbagai tanaman yang memiliki makna tersendiri.
Suharto mengatakan, bunga pada sokok menjadi simbol keindahan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk perwujudan ihsan. Sementara berbagai tanaman yang digunakan juga memiliki nilai kearifan lokal.
"Di mana kaki berpijak, di sana langit dijunjung. Semua budaya yang ada di Pegayaman berakulturasi dengan budaya Bali, mulai dari bahasa, cara panggil, pemberian status, perilaku perayaan sampai sistem pertanian," ujarnya.

Ia mengatakan, masyarakat Pegayaman mampu membedakan antara tradisi budaya dan ajaran agama. Menurutnya, ajaran agama memiliki tuntunan yang harus dijalankan, sementara budaya berkembang mengikuti lingkungan masyarakat.
Pelestarian tradisi tersebut juga dilakukan melalui pendidikan kepada generasi muda. Kesenian seperti burdah dan hadrah dikenalkan kepada anak-anak, termasuk melalui kegiatan di sekolah sebagai muatan lokal.
"Tugas saya menggali sejarah dan mensosialisasikan, sehingga mereka tahu jati dirinya. Kita tularkan kesenian yang berbau sejarah dan kita ajarkan kepada anak-anak, supaya mereka bangga terhadap dirinya dan memiliki rasa terhadap desa dan budayanya," katanya.
Suharto menambahkan, keberlangsungan tradisi Maulid di Pegayaman berjalan secara alami dan telah menjadi agenda tahunan masyarakat. Persiapan bahkan dilakukan jauh sebelum pelaksanaan, karena masyarakat telah memiliki kesadaran untuk menjaga tradisi tersebut.
Selain Maulid, sejumlah kesenian dan tradisi Pegayaman juga terus dilestarikan. Di antaranya zikir mulut, burdah, hadrah, dan berbagai kegiatan keagamaan serta budaya lainnya.
Menurut Suharto, pelestarian tersebut menjadi penting agar generasi muda tidak kehilangan identitas sejarah masyarakat Pegayaman yang telah hidup dan berkembang di Bali selama berabad-abad.
"Jangan takut menggaungkan budaya dan sejarah. Semakin banyak yang menanggapi justru semakin bagus. Yang penting sumbernya jelas dan generasi berikutnya tahu dari mana mereka berasal," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....