Maulid Nabi di Pegayaman Jadi Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi
- 26 Agt 2026 23:41 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Desa Pegayaman mempersiapkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai agenda tahunan yang menjadi wujud syukur masyarakat.
- Seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan melalui kepanitiaan yang dibentuk bersama masyarakat dengan dukungan pemerintah desa.
- Peringatan ini merupakan sarana untuk melestarikan adat dan budaya warisan leluhur bagi generasi mendatang.
RRI.CO.ID, Singaraja - Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, kembali mempersiapkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai agenda tahunan yang tidak hanya menjadi wujud rasa syukur masyarakat, tetapi juga sarana melestarikan adat dan budaya warisan leluhur.
Perbekel Pegayaman, Agus Asgor Ali, Rabu, 26 Agstus 2026, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi telah dipersiapkan jauh hari melalui kepanitiaan yang dibentuk bersama masyarakat. Pemerintah desa memberikan dukungan, masukan, dan arahan apabila diperlukan, sementara ketentuan serta pelaksanaan kegiatan sepenuhnya dikoordinasikan oleh panitia.
“Segala sesuatunya kita serahkan kepada panitia, mulai dari rangkaian apa saja yang akan dilaksanakan. Pemerintah desa hanya memberikan masukan dan saran agar tidak terjadi miskomunikasi antara panitia dengan pemerintah desa,” ujarnya.

Menurut Agus, rangkaian peringatan Maulid Nabi telah menjadi tradisi yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun di Desa Pegayaman. Berbagai kegiatan sejak awal bulan Rabiul Awal disusun dan diatur oleh panitia melalui kolaborasi dengan masyarakat setempat.
Ia mengatakan, esensi utama pelaksanaan tradisi tersebut adalah sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain itu, peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum untuk menjaga keberlanjutan adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur masyarakat Pegayaman.
“Ini sebagai suatu wujud syukur atas kelahiran Nabi kita, Nabi Muhammad SAW. Sekaligus ingin melestarikan adat dan budaya yang diwariskan oleh leluhur kita dalam peringatan Maulid Nabi,” katanya.
Melalui peringatan yang digelar setiap tahun tersebut, masyarakat Pegayaman diharapkan terus menjaga semangat kebersamaan dan mempertahankan tradisi keagamaan yang telah menjadi bagian dari identitas desa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....