Buleleng Digital Expo Jadi Ruang Berkarya Siswa SLBN 1 Buleleng

  • 23 Agt 2026 08:48 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Buleleng Digital Expo (BDE) dalam rangkaian Buleleng Festival 2026 menjadi ruang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan kemampuan dan hasil karya. Melalui zona BDE di RTH Rumah Jabatan Bupati Buleleng, siswa SLB Negeri 1 Buleleng berkesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mengembangkan kemandirian.

Guru SLB Negeri 1 Buleleng, Wayan Susiani, mengatakan keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Sekolah juga menekankan keterampilan hidup atau life skill agar siswa memiliki bekal untuk mandiri.

“Di SLB yang kami utamakan adalah kemandirian anak. Banyak life skill yang kami ajarkan, seperti sablon dan menjahit. Yang menjadi unggulan kami sekarang adalah sablon,” ujar Wayan Susiani.

Keterampilan sablon dikembangkan secara serius di SLBN 1 Buleleng dengan dukungan peralatan dan praktik langsung bagi siswa. Sekolah juga menjadi salah satu pusat pelatihan bagi guru dari SLB lainnya dalam pengembangan keterampilan sablon.

Selain menampilkan produk sablon dan kerajinan hasil keterampilan menjahit, kehadiran siswa di BDE dimanfaatkan untuk melatih kemampuan berinteraksi dengan masyarakat. Para siswa belajar memperkenalkan hasil karya sekaligus berkomunikasi dengan pengunjung yang datang ke stan.

“Tujuan kami supaya anak-anak bisa berbaur dengan masyarakat umum. Mereka bisa berkomunikasi, meskipun melalui bahasa isyarat, ekspresi maupun membaca gerak bibir,” katanya.

Pengunjung BDE juga diberikan kesempatan mengenal komunikasi menggunakan bahasa isyarat melalui aplikasi yang tersedia di stan. Masyarakat dapat mengikuti tantangan bahasa isyarat sehingga interaksi dengan siswa tunarungu tidak hanya sebatas melihat hasil karya, tetapi juga menjadi pengalaman belajar bersama.

Menurut Wayan, kesempatan tampil di ruang publik memberikan pengalaman penting dalam membangun keberanian dan kepercayaan diri siswa. Interaksi secara langsung dengan masyarakat secara bertahap membantu siswa menjadi lebih nyaman dalam berkomunikasi.

“Awalnya ada yang malu, tetapi lama-lama mereka enjoy. Karena setiap hari kami sudah melatih bagaimana mereka berinteraksi,” katanya.

Wayan berharap semakin banyak ruang publik yang memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan potensi dan keterampilannya. Ia juga mengajak masyarakat dan dunia kerja untuk tidak melihat keterbatasan sebagai hambatan dalam memberikan kesempatan.

“Jangan underestimate anak-anak berkebutuhan khusus. Di balik kekurangan mereka, banyak sekali kelebihan yang mereka miliki. Kalau kita mau melatih dan memberikan ruang, mereka bisa menunjukkan kemampuan,” ucapnya.

Kehadiran SLBN 1 Buleleng di BDE menunjukkan bahwa ruang digital dan inovasi juga dapat menjadi sarana membangun lingkungan yang lebih inklusif. Kesempatan berkarya dan berinteraksi di ruang publik diharapkan mampu memperkuat kemandirian sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas di Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....