Undiksha Kembangkan AI untuk Mengenali Emosi lewat Sinyal Otak
- 21 Agt 2026 09:37 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengembangkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengenali kondisi emosi manusia melalui aktivitas otak. Inovasi tersebut diperkenalkan dalam Buleleng Digital Expo (BDE) di RTH Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Kamis, 20 Agustus 2026.
Salah satu pengisi stan Undiksha, Rama, mengatakan riset tersebut memanfaatkan teknologi Electroencephalogram (EEG) untuk menangkap aktivitas listrik otak. Data diperoleh melalui perangkat portabel yang dilengkapi empat channel sensor, kemudian diproses menggunakan model AI.
“Data dari sinyal tersebut kemudian diproses menggunakan model AI untuk mengenali kondisi emosi seseorang,” ujarnya.
Sinyal EEG dianalisis menggunakan pendekatan valence dan arousal, kemudian dipetakan ke dalam empat kuadran untuk merepresentasikan sejumlah kondisi emosional, seperti bahagia, sedih, maupun marah.
Selain mengenali emosi, teknologi tersebut juga dikembangkan untuk motor imagery atau pengenalan niat gerakan berdasarkan pola gelombang otak ketika seseorang membayangkan suatu gerakan. Teknologi ini berpotensi diterapkan pada perangkat bantu bagi penyandang disabilitas, termasuk kursi roda yang dapat menerima perintah melalui aktivitas otak.
Namun, Rama mengatakan pengembangan teknologi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya noise pada sinyal EEG serta perbedaan karakteristik aktivitas otak setiap individu yang dapat memengaruhi tingkat akurasi model AI.
“Kalau kita mengembangkan model AI dari orang A lalu diterapkan kepada orang B, akurasinya belum tentu maksimal,” katanya.
Menurut Rama, teknologi berbasis EEG memiliki peluang penerapan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga industri. Teknologi tersebut dapat dikembangkan untuk membantu memantau keterlibatan belajar, kondisi emosional, tingkat kelelahan, hingga rasa mengantuk.
Tim Undiksha juga membuka peluang kolaborasi dengan peneliti di Thailand yang mengembangkan perangkat skeleton robotik untuk membantu manusia dengan keterbatasan gerak. Dalam kerja sama tersebut, tim Undiksha berfokus mengembangkan model AI untuk membaca dan mengolah sinyal aktivitas otak.
Rama berharap riset tersebut dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah, sektor kesehatan dan berbagai pihak lainnya. Dengan demikian, teknologi EEG berbasis AI tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....