KSR Undiksha Latih 21 Relawan Muda, PMI: Jangan Kejar Sertifikat Saja

  • 12 Sep 2026 14:33 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - UKM Korps Sukarela (KSR) PMI Unit Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) resmi membuka Pelatihan KSR Dasar XXXI di Markas PMI Kabupaten Buleleng, Sabtu, 12 September 2026. Sebanyak 21 mahasiswa mengikuti pendidikan dasar kepalangmerahan sebagai bekal menjadi relawan yang siap mengabdi kepada masyarakat.

Pelatihan tahun ini mengusung tema “Dari Hati untuk Kemanusiaan: Berbagi Empati, Mengabdi Tanpa Henti”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan keterampilan teknis, kemandirian, sekaligus penanaman nilai kepedulian sosial bagi generasi muda.

Ketua Panitia, Kadek Julita Widiantini, mengatakan Pelatihan KSR Dasar XXXI melibatkan dukungan delegasi dari seluruh unit KSR di Kabupaten Buleleng. Menurutnya, kolaborasi itu menjadi kekuatan untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih komprehensif bagi para peserta.

“Pelatihan ini bertujuan melatih keterampilan, membangun kemandirian, serta meningkatkan kepedulian dan rasa empati terhadap sesama melalui semangat kemanusiaan,” ujarnya.

Julita menjelaskan, jumlah peserta tahun ini mencapai 21 orang yang terdiri atas 11 perempuan dan 10 laki-laki. Mereka merupakan gabungan anggota KSR PMI Unit Undiksha dan KSR PMI Unit Markas Kabupaten Buleleng yang akan mengikuti seluruh tahapan pendidikan hingga pelantikan.

Rangkaian pelatihan dibagi dalam tiga tahap, yakni Persami I pada 12-13 September 2026, Persami II pada 19-20 September 2026, serta Pelatihan Dasar Lapangan pada 25-27 September 2026. Panitia berharap seluruh peserta mampu menyelesaikan setiap tahapan sebagai bagian dari pembentukan relawan yang disiplin dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Sekretaris PMI Kabupaten Buleleng, Gede Sandiasa, menyampaikan apresiasi kepada Undiksha yang terus memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang melalui organisasi kemanusiaan. Ia menegaskan, keberadaan KSR bukan sekadar aktivitas kemahasiswaan, melainkan wadah membangun karakter dan kepedulian sosial.

“Mahasiswa tidak cukup hanya unggul secara akademik. Dunia membutuhkan generasi muda yang memiliki empati, keberanian, integritas, keterampilan, dan kesiapsiagaan untuk membantu sesama,” katanya.

Menurut Sandiasa, pelatihan kepalangmerahan harus melahirkan relawan yang mampu hadir secara tenang dan tepat ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat. Ia menilai kompetensi teknis harus berjalan beriringan dengan integritas, disiplin, solidaritas, serta kemampuan bekerja sama dalam situasi kemanusiaan.

“Jangan hanya mengejar sertifikat, tetapi kejarlah kompetensi dan pengalaman. Jadilah relawan yang benar-benar memiliki jiwa kemanusiaan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan kemanusiaan saat ini semakin kompleks, mulai dari bencana alam hingga persoalan lingkungan akibat aktivitas manusia. Karena itu, relawan PMI dituntut tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga mampu mengedukasi masyarakat tentang pencegahan risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....