RISE-Talks Singaraja Satukan 50 Anak Muda, Bangun Akar Bangsa Menuju Indonesia

  • 13 Sep 2026 18:25 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Sekitar 50 generasi muda dari berbagai sekolah, perguruan tinggi, dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Buleleng berkumpul dalam RISE-Talks Singaraja August Edition pada Sabtu, 12 September 2026, di LPK Panji Sakti. Mengangkat tema Rise for Indonesia: Know Your Roots, Lead Your Future, kegiatan ini menjadi ruang diskusi tentang identitas bangsa, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi masa depan.

Peserta berasal dari SMKN 1 Sukasada, SMKN 2 Singaraja, SMKN 1 Kubutambahan, SMK TI Global, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), serta Forum Anak Daerah Buleleng. Keberagaman latar belakang tersebut diharapkan mampu memperluas jejaring sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi antargenerasi muda di Buleleng.

Founder RISE-Talks Singaraja, Nana Trianasari, mengatakan peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi momentum bagi anak muda untuk terus bertumbuh. Menurutnya, kemerdekaan bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga kesempatan untuk belajar, mengembangkan potensi, menyampaikan gagasan, dan mengambil peran nyata bagi masyarakat.

“Kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah. Ini adalah kesempatan bagi generasi muda untuk terus belajar, berani menyampaikan ide, mengembangkan potensi, dan memberi manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan tema Know Your Roots, Lead Your Future dipilih untuk mengingatkan pentingnya mengenal sejarah, budaya, dan nilai kebangsaan sebagai fondasi membangun masa depan. Dengan memahami jati diri dan akar daerahnya, generasi muda diyakini akan lebih percaya diri menghadapi perubahan zaman.

Dalam sesi utama, Dr. Cantiari, Wakil Ketua Forum Bela Negara RI Bali, mengajak peserta memaknai bela negara melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai kontribusi terhadap bangsa tidak selalu diwujudkan dalam hal besar, melainkan dimulai dari sikap menghargai keberagaman, menjaga lingkungan, dan bertanggung jawab terhadap sesama.

“Bela negara dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menghargai perbedaan, menjalankan tanggung jawab dengan baik, menjaga lingkungan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Perspektif anak muda turut disampaikan oleh Putu Cindy Adelia, Duta Anak Buleleng, bersama Ni Nyoman Ayu Queena Saridevi, Jegeg Buleleng sekaligus mahasiswi Undiksha. Keduanya membahas pentingnya menjaga identitas budaya daerah sambil terus mengembangkan kemampuan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Seluruh sesi berlangsung interaktif dengan diskusi terbuka antara peserta dan narasumber. Kegiatan yang dipandu Agus Dharma sebagai MC itu juga menjadi bagian dari kolaborasi RISE-Talks Singaraja dengan Panji Sakti International Training Center (PITC) yang menghadirkan berbagai program pelatihan keterampilan, mulai dari perhotelan, spa, lifeguard, caregiver, hingga bahasa asing.

Melalui kolaborasi tersebut, RISE-Talks menegaskan komitmennya menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk membangun karakter, kemampuan komunikasi, dan wawasan kebangsaan. Penyelenggara berharap semakin banyak anak muda Buleleng yang berani mengenal akarnya, percaya pada kemampuannya, serta mengambil peran positif dalam membangun Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....