Undiksha Perkuat Seni Kriya Gerabah Berbasis Kearifan Lokal 'Puspa Jalin'
- 12 Agt 2026 13:31 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Universitas Pendidikan Ganesha dan Kelompok Pengrajin Gerabah Adi Putra melaksanakan Program Inovasi Seni Nusantara tahun 2026 untuk melestarikan seni kriya gerabah tradisional di Kelurahan Kapal, Kabupaten Badung.
- Program ini didukung pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
- Inovasi motif Puspa Jalin dikembangkan dari perpaduan unsur bunga (puspa) dan jalinan janur (jalin) untuk memperkuat daya saing produk gerabah di era ekonomi kreatif.
- Program ini bertujuan agar seni dan budaya lokal tetap hidup, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman melalui revitalisasi yang berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Singaraja - Upaya pelestarian dan pengembangan seni kriya gerabah tradisional terus dilakukan melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja bersama Kelompok Pengrajin Gerabah Adi Putra di Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan serta pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang mendorong perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam merevitalisasi seni dan budaya lokal agar tetap hidup, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui program ini, tim pengabdian Undiksha mengembangkan Puspa Jalin sebagai inovasi motif gerabah yang mengangkat kekayaan budaya lokal sekaligus memperkuat daya saing produk Gerabah Adi Putra di era ekonomi kreatif. Tim pengabdian memperkenalkan Puspa Jalin sebagai branding sekaligus inovasi motif baru yang dikembangkan dari perpaduan unsur bunga (puspa) dan jalinan janur (jalin).
Motif tersebut dirancang sebagai identitas visual khas yang tetap berakar pada nilai budaya Bali, namun memiliki tampilan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar kontemporer. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai estetika, diferensiasi produk, serta daya saing gerabah lokal di pasar yang lebih luas.
| Baca juga: Merapat, Ini Jadwal PKB 9 Juli 2026 |
Ketua Pelaksana, I Gusti Agung Ayu Wulandari menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan produk. Namun juga pada upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat Kapal.
“Melalui Program Inovasi Seni Nusantara ini, kami berupaya menghadirkan inovasi desain melalui motif Puspa Jalintanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi yang menjadi akar budaya gerabah di desa ini. Harapannya, produk gerabah lokalsemakin diminati pasar sekaligus mampu menarik minatgenerasi muda untuk terus melestarikannya,” ujar perempuan yang akrab disapa Wulandari.
Menurutnya, inovasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek desain tetapi juga penguatan kapasitas perajin melalui pelatihan pengelolaan usaha dan pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi. Hal itu berangkat dari potensi besar yang dimiliki Kelompok Pengrajin Gerabah Adi Putra sebagai salah satu pelaku usaha gerabah tradisional di Kelurahan Kapal.
| Baca juga: Simak Jadwal PKB 8 Juli 2026 |

Kegiatan ini disambut baik oleh Pemerintah Kelurahan Kapal dan Desa Adat Kapal, sejalan dengan upaya pelestarian potensi budaya yang dimiliki wilayahnya. Kelian Adat Kapal menuturkan bahwa masyarakat Kapal memiliki keterikatan yang kuat dengan tradisi gerabah yang telah diwariskan oleh para leluhur sejak lama.
“Melalui praktik langsung sangat bagus, anak anak yang ingin mengikuti jejak tokoh di sini untuk memulai bisnis ini. Bisnis gerabah di sini sebagai warisan leluhur turun temurun. Saya harap generasi muda mau melanjutkan tradisi seperti di banjar Tamiang,” ucap Kelian Adat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi program kepada mitra dan pemangku kepentingan setempat. Selanjutnya, kegiatan berfokus pada penguatan kapasitas mitra melalui pelatihan dan pendampingan yang terintegrasi.
Pelatihan dan Pendampingan Inovasi Desain Kriya dilaksanakan dengan menghadirkan narasumber I Wayan Mudra. Pada kegiatan ini, para perajin mendapatkan wawasan mengenai pengembangan desain kriya berbasis budaya, eksplorasi bentuk dan motif, serta praktik langsung membuat produk gerabah.
Pendampingan dilakukan secara langsung agar ide desain dapat diterapkan sesuai karakteristik produkyang dihasilkan mitra. Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan dan Pencatatan Keuangan Sederhana difasilitasi oleh Gusti Ayu Ketut Rencana Sari Dewi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan mitra dalam mengelola keuangan usaha secara lebih tertib dan terukur, mulai dari pencatatan transaksi, pengelompokan biaya, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana yang dapat mendukung pengambilan keputusan usaha.
Selanjutnya, Pelatihan dan Pendampingan Media Digital: Editing dan Branding yang disampaikan oleh I Gusti Agung Ayu Wulandari. Kegiatan ini berkaitan dengan penguatan branding melalui sosial media, pembuatan konten digital, pengelolaan media sosial, serta strategi branding untuk memperkuat identitas produk Gerabah Adi Putra. Melalui kegiatan ini, perajin didorong untuk tidak hanya menjual produk, tetapi juga menghadirkan cerita, proses kreatif, dan nilai budaya yang terkandung di balik setiap karya gerabah.
Muara rangkaian Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 bersama Kelompok Pengrajin Gerabah Adi Putra, Kelurahan Kapal, Badung dilanjutkan melalui pameran karya dan showcase digital Puspa Jalin pada 4 Agustus 2026 lalu di Denpasar. Kegiatan ini menampilkan hasil inovasi motif Puspa Jalin yang dikembangkan melalui rangkaian pelatihan dan pendampingan sebelumnya. Pameran ini juga dikunjungi oleh Wakil Rektor II dan Wakil Rektor III Universitas Pendidikan Ganesha turut memberikan apresiasi sekaligus input untuk pengembangan dan keberlanjutan program ke depan.

Ketua pelaksana PKM, I Gusti Agung Ayu Wulandari menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan menghasilkan inovasi motif, tetapi juga memperkuat kreativitas, branding, dan nilai tambah Gerabah Adi Putra, sekaligus menjaga keberlanjutan seni kriya lokal. Melalui showcase ini, karya Puspa Jalin diharapkan semakin dikenal dan dapat terus dikembangkan sebagai identitas inovatif Gerabah Adi Putra.
Keberlanjutan program menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan PISN 2026 ini. Oleh karena itu, pendampingan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi diarahkan pada penguatan identitas produk melalui branding Puspa Jalin. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak hanya memperkuat nilai ekonomi produk gerabah, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian seni kriya tradisional Bali sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang terushidup dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....