Koster Buka Buleleng Festival 2026, Bangkitkan Regenerasi Seniman Muda
- 18 Agt 2026 19:43 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Buleleng Festival 2026 di Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Selasa malam, 18 Agustus 2026. Pembukaan festival menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan selama enam hari yang mengusung tema “Uriping Rasa” dan menempatkan seni budaya Buleleng sebagai salah satu kekuatan utama.
Koster membuka festival bersama Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. Prosesi pembukaan ditandai dengan penembakan meriam ke langit setelah sebelumnya 150 penari dari tiga kelompok kesenian tampil dalam kolaborasi yang tersebar di sisi barat, utara, dan timur kawasan Praja Mandala.
Dalam sambutannya, Koster menegaskan Buleleng memiliki karakter kesenian yang kuat dan memberi pengaruh penting terhadap perkembangan kesenian Bali. Karena itu, Buleleng Festival dinilai menjadi salah satu ruang untuk menjaga keberlanjutan kesenian sekaligus memperkenalkan kekhasan budaya Buleleng kepada masyarakat yang lebih luas.
“Mari kita teguhkan komitmen untuk melanjutkan gelora kesenian di Bumi Panji Sakti. Mari kita pacu semangat dan kreativitas dan secara konsisten melakukan regenerasi seniman-seniman muda,” kata Koster.
Menurut Koster, regenerasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kesenian Buleleng. Perkembangan zaman tidak boleh membuat generasi muda semakin jauh dari akar budaya, sehingga ruang berkesenian dan kesempatan untuk berkarya perlu terus dibuka.
Koster juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan penyelenggaraan Buleleng Festival 2026. Ia menyebut pelaksanaan festival tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengaktualisasikan upaya penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020.
“Semoga kegiatan ini mampu memacu semangat berkesenian, kreativitas dan inovasi bagi para seniman dan insan kreatif lainnya, namun tetap berpegang teguh pada akar kebudayaan Bali sebagaimana yang telah diwariskan oleh leluhur dan lelangit Bali,” ujarnya.
Buleleng Festival 2026 berlangsung pada 18 hingga 23 Agustus 2026 dengan kegiatan yang tersebar di sejumlah lokasi di Singaraja. Selain pertunjukan seni tradisional dan modern, festival juga menghadirkan pameran UMKM, kriya, kerajinan tangan, kuliner, Buleleng Digital Expo, sarasehan, seminar, serta berbagai kegiatan ekonomi kreatif.
Panggung utama berada di kawasan Tugu Singa Ambara Raja dan Catus Pata Singaraja. Pertunjukan seni juga berlangsung di kawasan Kantor BKAD dan DPRD Buleleng, sementara produk UMKM dan kriya ditampilkan di Gedung Wanita Laksmigraha serta Galeri Singa Ambara Raja.
Pembukaan oleh Gubernur Koster sekaligus menjadi penegasan bahwa Buleleng Festival tidak berhenti pada agenda pertunjukan. Festival ini diarahkan menjadi ruang bagi seniman, generasi muda, pelaku budaya, dan insan kreatif untuk mempertahankan identitas Buleleng sekaligus mengembangkan kesenian agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Dengan tema “Uriping Rasa”, Buleleng Festival 2026 diharapkan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya Buleleng. Koster mendorong agar semangat berkesenian tetap tumbuh dan proses regenerasi terus berjalan sehingga kekhasan seni Buleleng tetap menjadi bagian penting dari perkembangan kebudayaan Bali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....