Undiksha Perkuat Guru BK Buleleng Hadapi Tantangan Akademik dan Psikologis Siswa

  • 20 Agt 2026 10:37 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) memperkuat kapasitas guru Bimbingan dan Konseling (BK) di Kabupaten Buleleng untuk menghadapi semakin kompleksnya persoalan akademik dan psikologis siswa melalui program Penguatan Resiliensi Akademik dan Efikasi Diri Siswa Berbasis Tri Hita Karana.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut menyasar guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bimbingan dan Konseling (BK) SMP Kabupaten Buleleng. Kegiatan berlangsung sejak 7 Agustus hingga 18 September 2026 dengan melibatkan 27 guru BK dari SMP negeri dan swasta di Kabupaten Buleleng.

Program yang diketuai Kade Sathya Gita Rismawan, bersama Alexander Hamonangan Simamora, Aditya Pratama dan sejumlah mahasiswa, dilaksanakan melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan, workshop, pendampingan hingga pengembangan media layanan BK berbasis teknologi. Kegiatan tersebut merupakan hibah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undiksha dengan nomor kontrak 302/UN48.16/PM.01.01/2026.

Ketua pengusul, Kade Sathya Gita Rismawan, mengatakan program tersebut berangkat dari hasil identifikasi kebutuhan yang menunjukkan masih adanya kendala guru BK dalam memberikan layanan konseling yang mampu menjawab persoalan akademik sekaligus psikologis siswa. Di sisi lain, rendahnya resiliensi akademik dan efikasi diri membuat sebagian siswa mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan belajar, mengalami penurunan motivasi, hingga kurang percaya diri menyelesaikan tugas akademik.

Melalui pelatihan, guru BK dibekali teknik restrukturisasi kognitif yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Tri Hita Karana. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membantu siswa mengubah pola pikir negatif menjadi lebih adaptif dan positif, sekaligus memperkuat keseimbangan antara aspek akademik, sosial, dan psikologis.

“Kami berupaya memperkuat kapasitas guru BK agar mampu mengembangkan layanan konseling yang lebih kontekstual, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Integrasi nilai Tri Hita Karana diharapkan mampu menjadi fondasi dalam membangun keseimbangan antara aspek akademik, sosial, dan psikologis peserta didik,” ujar Kade Sathya Gita Rismawan.

Ketua MGMP BK SMP Kabupaten Buleleng mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, penguatan kompetensi guru BK menjadi semakin penting karena persoalan yang dihadapi siswa kini semakin beragam dan kompleks.

“Selama ini, guru BK memerlukan penguatan kompetensi, khususnya dalam menangani berbagai persoalan akademik dan psikologis siswa yang semakin kompleks. Program ini memberikan wawasan baru sekaligus strategi yang dapat diterapkan secara langsung dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah,” katanya.

Tak berhenti pada peningkatan kompetensi, tim pengabdi juga mengembangkan inovasi berupa Si-RESIK THK (Sistem Penguatan Resiliensi Akademik dan Efikasi Diri Berbasis Tri Hita Karana). Platform berbasis web ini dirancang untuk membantu guru BK melakukan asesmen, pendampingan, dokumentasi, serta evaluasi layanan secara digital.

Melalui penguatan kapasitas guru dan pemanfaatan teknologi tersebut, Undiksha mendorong layanan BK tidak lagi sekadar menjadi ruang penanganan masalah ketika siswa menghadapi kesulitan. Layanan BK diharapkan berkembang menjadi sistem pendukung yang mampu memperkuat ketahanan akademik, kepercayaan diri, sekaligus kesejahteraan psikologis siswa secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....