Kekeringan, Warga Manistutu Andalkan Air Kubangan
- 11 Agt 2026 21:12 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara – Krisis air bersih akibat musim kemarau memaksa warga Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, mencari sumber air alternatif. Sebagian warga bahkan terpaksa menggunakan air kubangan di tengah lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi hingga memasak.
Kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari sepekan. Sumber mata air dari kawasan pegunungan yang selama ini dialirkan melalui jaringan pipa ke rumah-rumah warga mulai mengering akibat kemarau.
Keterbatasan air membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Air untuk mandi dan mencuci pakaian pun harus dicari ke lokasi yang cukup jauh dari permukiman.
Di tengah kondisi tersebut, kubangan yang berada di kawasan pertanian menjadi salah satu sumber air yang masih dapat dimanfaatkan. Meski kondisi air terlihat keruh, warga tetap menggunakannya karena tidak memiliki banyak pilihan.
Air dari kubangan diambil menggunakan galon, jeriken, maupun timba. Sebagian warga membawa air tersebut pulang untuk kebutuhan rumah tangga, termasuk memasak dan minum setelah terlebih dahulu direbus.
Biang Kadek Wiring, warga Banjar Pendem, Desa Manistutu, mengatakan dirinya harus berjalan kaki sekitar dua kilometer untuk mendapatkan air. Dalam sehari, ia bisa mendatangi lokasi kubangan pada pagi dan sore hari.
"Saya jalan dua kilometer setiap hari, pagi dan sore. Airnya untuk mandi, mencuci, masak dan minum, tetapi harus dimasak dulu. Krisis air ini sudah sekitar semingguan," ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ni Komang Suniti, warga Banjar Benel, Desa Manistutu. Ia mengatakan pasokan air dari sumber mata air pegunungan sudah tidak mengalir selama sekitar satu minggu.
"Sudah seminggu tidak ada air karena air gunung macet akibat kekeringan. Air ini untuk mandi, mencuci, minum dan kebutuhan lainnya," katanya.
Untuk memperoleh air, warga harus menempuh perjalanan lebih dari dua kilometer dari rumah menuju lokasi kubangan. Tidak jarang mereka harus bolak-balik beberapa kali karena kebutuhan air rumah tangga cukup banyak.
Kondisi ini semakin berat karena sejumlah aliran sungai di sekitar wilayah tersebut juga mulai mengering. Warga pun berharap pemerintah segera memberikan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau.
Krisis air bersih di Desa Manistutu menjadi salah satu dampak kemarau yang dirasakan masyarakat Jembrana. Warga berharap distribusi air dapat dilakukan secara rutin hingga sumber mata air kembali normal dan pasokan air ke permukiman kembali tersedia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....