Pipa Rusak akibat Banjir Picu Krisis Air di Pangkung Manggis
- 10 Agt 2026 04:52 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara – Krisis air bersih yang dialami warga Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung, Kabupaten Jembrana, ternyata berkaitan dengan kerusakan jaringan pipa dan bendungan air. Kerusakan tersebut merupakan dampak banjir yang menerjang aliran Sungai Pangkung Gayung pada September 2025.
Temuan itu diperoleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana setelah melakukan asesmen dan penyisiran jaringan air sepanjang sekitar tiga kilometer dari Jembatan Pangkung Gayung menuju arah hulu.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan tim menemukan sedikitnya tujuh titik kerusakan pada jaringan pipa selama pemeriksaan lapangan.
"Berdasarkan hasil penyisiran tim di lapangan sepanjang kurang lebih 3 kilometer dari Jembatan Pangkung Gayung ke arah hulu, kami menemukan tujuh titik kerusakan pipa," ujarnya, Sabtu 8 Agustus 2026.
Kerusakan tersebut mencakup pipa berdiameter tiga inci dengan panjang sekitar 520 meter serta pipa empat inci sepanjang kurang lebih 25 meter. Selain jaringan pipa, bagian sisi bendungan air masyarakat di kawasan hulu juga mengalami jebol.
Kondisi tersebut membuat sistem penampungan dan distribusi air tidak dapat berfungsi secara optimal. Perbaikan jaringan sebelumnya belum dapat dituntaskan karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Seke Swadaya Air Masyarakat.
Untuk penanganan sementara, BPBD Jembrana menyiapkan penggantian sejumlah pipa yang rusak. Pemerintah juga mempertimbangkan memindahkan titik pengambilan air ke lokasi yang lebih aman di bagian hulu, tepatnya di kawasan bendungan subak.
Relokasi tersebut membutuhkan tambahan pipa berdiameter empat inci dengan panjang sekitar 30 meter.
Menurut Agus, langkah tersebut diperlukan untuk memulihkan pasokan air warga dalam waktu dekat. Namun, kondisi jaringan yang berada di sepanjang aliran sungai tetap menjadi perhatian karena rentan mengalami kerusakan kembali saat terjadi banjir.
"Meskipun penanganan jangka pendek segera kita siapkan, kami juga melihat risiko ke depan. Jaringan pipa yang berada di sepanjang aliran sungai sangat rentan kembali rusak jika terjadi banjir atau peningkatan debit air sungai," jelasnya.
Karena itu, BPBD Jembrana menilai diperlukan kajian teknis untuk menentukan pola pembangunan jaringan air yang lebih aman dan permanen. Langkah tersebut diharapkan dapat menjamin keberlanjutan pasokan air bersih bagi masyarakat Pangkung Manggis, terutama saat terjadi peningkatan debit sungai.
Asesmen dilakukan secara bersama-sama oleh Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jembrana, perangkat Kelurahan Baler Bale Agung, Babinsa, Kepala Lingkungan Pangkung Manggis, serta pengurus Seke Swadaya Air Masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....