Bupati Kembang Buka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3
- 10 Agt 2026 14:05 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal melalui pelatihan vokasi. Upaya tersebut ditandai dengan dibukanya Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Tahun 2026 oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Senin, 10 Agustus 2026.
Pembukaan pelatihan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana. Program ini menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Bupati Kembang meminta para peserta mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
"Saya ingin nanti adik-adik ini serius mengikuti pelatihan ini. Pelaksanaan di lapangan juga harus benar-benar berjalan, agar mereka betul-betul merasakan manfaat dan kehadiran pemerintah bisa dirasakan," ujar Kembang.
Menurutnya, sertifikat kompetensi yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan merupakan bagian penting untuk memperkuat legitimasi kemampuan peserta. Namun, hal tersebut harus diikuti dengan kemampuan menerapkan keterampilan secara nyata.
"Sertifikat itu penting sekali untuk menguatkan legitimasi adik-adik. Tetapi yang jauh lebih penting adalah aktualisasi lapangannya. Bagaimana setelah ini adik-adik bisa terus mengembangkan diri," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, menjelaskan pelatihan vokasi diarahkan untuk menyesuaikan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Pada Batch 3 Tahun 2026, terdapat empat paket pelatihan yang mulai dilaksanakan. Pelatihan Pembuatan Konten Visual untuk Media Sosial diikuti 14 peserta, Pembuatan Roti dan Kue sebanyak 13 peserta, Menjahit Pakaian dengan Mesin sebanyak 16 peserta, serta pelatihan barber yang diikuti 16 peserta.
"Untuk kegiatan ini mendapatkan dukungan anggaran APBN tahun 2026 sebesar Rp332.034.000 untuk tujuh paket pelatihan. Pada hari ini kami membuka empat paket pelatihan," jelas Mirah.
Pemkab Jembrana, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, dan Pemerintah Provinsi Bali. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses pelatihan melalui dukungan anggaran APBN, APBD Provinsi Bali, maupun APBD Kabupaten Jembrana.
Setelah menyelesaikan pelatihan, seluruh peserta juga diwajibkan mengikuti uji kompetensi atau asesmen sesuai dengan skema yang ditetapkan. Langkah ini diharapkan dapat memastikan keterampilan yang diperoleh peserta memiliki pengakuan kompetensi.
Selain pelatihan, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan lanjutan melalui layanan penempatan kerja, kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, hingga pendampingan bagi peserta yang ingin mengembangkan usaha.
"Melalui layanan penempatan kerja, kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, serta pendampingan kewirausahaan, kami berupaya agar lulusan pelatihan memiliki peluang kerja, berwirausaha, atau mengikuti pemagangan," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....