Peringati Tumpek Kandang, 200 Tukik Dilepas di Perancak

  • 05 Sep 2026 15:35 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Sebanyak 200 tukik dilepasliarkan di kawasan Konservasi Penyu Kurma Asih, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Sabtu, 5 September 2026. Pelepasliaran ini menjadi bagian dari peringatan Hari Tumpek Uye atau Tumpek Kandang sekaligus mengajak masyarakat menjaga keberlangsungan satwa dan ekosistem pesisir.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, serta Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi. Sejumlah perwakilan Forkopimda, pejabat Pemerintah Kabupaten Jembrana dan masyarakat pemerhati penyu turut mengikuti kegiatan.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan, pelepasliaran tukik merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap keberadaan satwa liar dan lingkungan. Momentum Tumpek Kandang dinilai menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, satwa dan alam.

“Hari ini kita melaksanakan pelepasan tukik memperingati Hari Tumpek Kandang. Jadi ini sebagai upaya kita merawat hewan, menjaga kehidupan, dan menjaga keseimbangan alam kita. Kalau kita menyayangi alam, maka alam pun akan menyayangi kita,” ujar Kembang.

Ketua Kelompok Konservasi Penyu Kurma Asih, I Wayan Anom Astika, menyebut seluruh tukik yang dilepas merupakan penyu lekang. Tukik tersebut baru menetas sehingga langsung dikembalikan ke habitat alaminya.

“Ada 200 ekor dan itu semua jenisnya penyu lekang. Itu yang menetas tadi pagi dan baru kemarin,” jelas Anom.

Menurutnya, kegiatan konservasi yang dilakukan Kurma Asih mengedepankan prinsip pelestarian tanpa mengeksploitasi satwa. Penyu sebagai satwa liar perlu diberi ruang untuk menjalani siklus kehidupannya secara alami.

“Kurma Asih melakukan konservasi. Tidak ada eksploitasi, dia perlakuannya tidak merasa disiksa, dia tidak boleh ditahan. Soalnya secara nalurinya dia kan satwa liar,” tegasnya.

Pelepasliaran ratusan tukik tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat upaya konservasi penyu di Jembrana, tetapi juga menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan satwa liar.

Pemerintah Kabupaten Jembrana juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir, sehingga kelestarian habitat penyu dan keseimbangan ekosistem laut dapat terus dipertahankan.

Dengan pelepasliaran ini, peringatan Tumpek Kandang tidak sekadar menjadi momentum seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata menjaga kehidupan dan kelestarian alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....