Ngaben Massal 44 Sawe di Bungkulan Dikawal TNI dan Pecalang
- 08 Agt 2026 10:07 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Upacara Pitra Yadnya atau Ngaben massal 44 Sawe Dadia Arya Kenceng Kesiman di Banjar Ancak, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, berlangsung dengan pengamanan bersama, Sabtu 8 Agustus 2026. Pengamanan dilakukan Babinsa Desa Bungkulan, Bhabinkamtibmas, serta Pecalang Desa Adat setempat. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian upacara adat dan keagamaan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kegiatan Ngaben massal ini dimulai sejak pukul 07.00 WITA dan diikuti keluarga serta krama Dadia Arya Kenceng Kesiman. Prosesi tersebut merupakan bagian dari ritual Pitra Yadnya dalam tradisi umat Hindu yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Pelaksanaan secara massal juga menjadi bagian dari upaya masyarakat meringankan beban biaya dan tenaga dalam menjalankan kewajiban adat.
Ngaben merupakan ritual suci yang berkaitan dengan proses pembakaran jenazah dan penyucian roh dalam kepercayaan umat Hindu. Pelaksanaan secara bersama-sama tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan antarkrama. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya masyarakat menjaga dan melestarikan adat istiadat serta tradisi leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Desa Bungkulan Serda I Made Sukrawan bersinergi dengan Bhabinkamtibmas dan Pecalang Desa Adat untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Kehadiran aparat tidak hanya difokuskan pada pengamanan jalannya prosesi, tetapi juga membantu mengantisipasi potensi gangguan terhadap ketertiban masyarakat. Pengaturan situasi di sekitar lokasi diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi krama yang mengikuti seluruh rangkaian upacara.
Pengamanan juga menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang dilakukan Babinsa di wilayah binaannya. Keterlibatan aparat dalam kegiatan adat dan keagamaan menunjukkan dukungan terhadap aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan warga. Dengan adanya sinergi bersama unsur keamanan adat dan kepolisian, berbagai aktivitas masyarakat dapat berlangsung dalam suasana aman dan kondusif.
Babinsa Desa Bungkulan Serda I Made Sukrawan mengatakan kehadiran aparat dalam kegiatan masyarakat merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. "Kehadiran Babinsa dalam setiap kegiatan adat dan keagamaan masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, sekaligus bentuk kepedulian dan dukungan TNI kepada masyarakat dalam menjaga kelancaran lalu lintas dan menciptakan rasa aman di wilayah binaan," ujarnya.
Pengamanan tersebut juga diharapkan membuat masyarakat dapat menjalankan prosesi Ngaben dengan lebih khidmat tanpa terganggu persoalan keamanan maupun ketertiban di sekitar lokasi. Koordinasi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pecalang menjadi kunci dalam menjaga kelancaran kegiatan yang melibatkan banyak warga. Sinergi lintas unsur ini sekaligus mencerminkan semangat gotong royong dalam mendukung pelaksanaan kegiatan adat di Desa Bungkulan.
Melalui pengamanan yang dilakukan secara bersama-sama, seluruh rangkaian Upacara Pitra Yadnya Ngaben massal 44 Sawe Dadia Arya Kenceng Kesiman diharapkan dapat berjalan tertib hingga selesai. Dukungan aparat keamanan dan unsur adat memberikan rasa nyaman kepada keluarga dan krama yang mengikuti prosesi. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menjaga keberlangsungan tradisi Hindu Bali serta memperkuat kebersamaan masyarakat di tengah kehidupan sosial dan adat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....