KPU Buleleng Bekali Siswa SMAN 2 Busungbiu Jadi Pemilih Cerdas
- 05 Agt 2026 22:10 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pendidikan demokrasi terus diperkuat sejak dini sebagai upaya membentuk generasi muda yang memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng kembali menggelar Pendidikan Demokrasi bagi siswa kelas X dan XI SMAN 2 Busungbiu untuk meningkatkan literasi kepemiluan sekaligus menyiapkan pemilih pemula yang kritis dan berintegritas.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kehadiran jajaran KPU Kabupaten Buleleng diterima langsung oleh Kepala SMAN 2 Busungbiu, Luh Eka Yanthi, bersama Wakil Kepala Sekolah, I Dewa Gede Eka Suparianto. Dalam kesempatan itu, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas komitmen KPU yang terus memberikan edukasi demokrasi kepada kalangan pelajar.
Menurut Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Busungbiu, kegiatan seperti ini memberikan manfaat besar bagi siswa karena mampu memperluas pemahaman mereka mengenai demokrasi dan proses pemilihan umum. Ia berharap wawasan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi para pelajar saat memasuki usia pemilih.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada KPU Kabupaten Buleleng yang telah hadir memberikan edukasi kepada siswa-siswi kami. Semoga kegiatan ini dapat menambah wawasan dan membentuk generasi muda yang cerdas serta bertanggung jawab dalam kehidupan berdemokrasi," ujarnya pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Materi pendidikan demokrasi kemudian disampaikan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata. Ia mengawali sesi dengan mengajak para siswa berdiskusi melalui sejumlah pertanyaan yang mendorong mereka berpikir kritis, termasuk mengenai alasan Indonesia harus menyelenggarakan pemilihan umum.
Dalam pemaparannya, Putu Arya menekankan pentingnya menjadi pemilih yang cerdas dan tidak menentukan pilihan secara sembarangan. Ia mengingatkan bahwa masih banyak pemilih muda yang menggunakan hak pilih tanpa memahami rekam jejak maupun program para calon, sehingga generasi muda perlu membiasakan diri mencari informasi yang benar sebelum menentukan pilihan saat pemungutan suara.
Selain membahas pentingnya memilih secara bijaksana, Putu Arya juga menjelaskan sejarah singkat perkembangan demokrasi sejak era Yunani. Ia menerangkan bahwa pada masa lalu tidak semua warga memiliki hak memilih, termasuk perempuan dan masyarakat dari kalangan kurang mampu. Menurutnya, hak pilih yang dimiliki saat ini merupakan hasil perjuangan panjang sehingga harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
Putu Arya juga mengungkapkan besarnya peran generasi muda dalam menentukan masa depan demokrasi Indonesia. Berdasarkan data kepemiluan tahun 2024, pemilih dari kalangan Generasi Z dan Milenial mendominasi jumlah pemilih nasional, yakni sekitar 56 persen atau sekitar 112 juta pemilih. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa suara generasi muda memiliki pengaruh besar terhadap hasil pemilihan umum.
Melalui kegiatan Pendidikan Demokrasi ini, KPU Kabupaten Buleleng berharap para siswa tidak hanya memahami proses demokrasi dan kepemiluan, tetapi juga tumbuh menjadi pemilih pemula yang kritis, berintegritas, serta mampu menggunakan hak pilih berdasarkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Edukasi sejak di bangku sekolah diharapkan menjadi bekal penting dalam membangun partisipasi masyarakat yang berkualitas pada setiap penyelenggaraan pemilu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....