Tri Kaya Parisudha Bentengi Generasi Muda Hadapi Era Digital

  • 04 Agt 2026 11:23 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Generasi muda perlu memiliki pedoman yang kuat dalam menghadapi perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat. Salah satu bekal yang dinilai tetap relevan hingga saat ini adalah ajaran Tri Kaya Parisudha, yakni berpikir, berkata, dan berbuat yang baik. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Puspa Mardiani Sibang, dalam Obrolan SPADA RRI Singaraja, Selasa, 4 Agustus 2026. Menurutnya, era digital memang menghadirkan banyak kemudahan, namun juga membawa tantangan besar bagi generasi muda dalam menyaring informasi, menggunakan media sosial secara bijak, hingga menjaga perilaku di ruang digital.

"Di era digital ini begitu banyak informasi yang masuk kepada kita. Karena itu pikiran harus digunakan untuk memilah dan memilih, apakah informasi tersebut benar, membawa manfaat, atau justru berdampak buruk bagi diri sendiri," ujar Puspa.

Ia menjelaskan, Tri Kaya Parisudha dapat menjadi benteng moral bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi maupun tren negatif di media sosial. Menurutnya, pikiran merupakan ujung tombak yang akan menentukan ucapan maupun tindakan seseorang. Oleh sebab itu, sebelum membagikan informasi ataupun membuat sebuah konten, seseorang perlu terlebih dahulu mempertimbangkan manfaat dan dampaknya. Puspa juga mengingatkan bahwa jejak digital bersifat permanen sehingga setiap aktivitas di media sosial harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

"Sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu, saring terlebih dahulu. Jangan sampai jempol kita lebih cepat daripada pikiran kita karena jejak digital sulit dihapus," ucap Puspa.

Lebih lanjut, ia menilai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri, bukan sekadar mengejar popularitas sesaat. Menurutnya, generasi muda memiliki peluang besar untuk berkembang melalui media digital dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai dharma. Konten positif, edukatif, maupun inspiratif dinilai mampu menjadi sarana menebarkan kebaikan sekaligus membangun citra diri yang baik. Selain itu, media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang memperluas jejaring, belajar, hingga mengembangkan potensi diri selama digunakan secara bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa kualitas seseorang tidak ditentukan dari seberapa viral dirinya, melainkan dari manfaat yang diberikan kepada orang lain.

Melalui ajaran Tri Kaya Parisudha, Puspa berharap generasi muda mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai moral yang diwariskan dalam ajaran Hindu. Ia mengajak anak muda untuk membiasakan diri berpikir positif, menggunakan kata-kata yang santun, serta melakukan tindakan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menyaring informasi sebelum membagikannya, berhati-hati saat berkomentar di media sosial, hingga menggunakan teknologi untuk hal-hal produktif merupakan wujud nyata penerapan Tri Kaya Parisudha di kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga tetap memiliki karakter, etika, dan tanggung jawab sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....