Bijak Bermedia Sosial Dimulai Dari Pikiran yang Baik
- 04 Agt 2026 11:24 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Perkembangan media sosial memberikan ruang yang luas bagi generasi muda untuk berekspresi, berinteraksi, hingga membangun citra diri. Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat tantangan besar berupa derasnya arus informasi, penyebaran hoaks, hingga maraknya komentar negatif di ruang digital. P
enyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Puspa Mardiani Sibang, mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan mengendalikan pikiran. Hal itu disampaikannya dalam Obrolan SPADA RRI Singaraja, Selasa, 4 Agustus 2026, saat membahas pentingnya penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha bagi generasi muda. Menurutnya, setiap informasi yang diterima sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu sebelum dipercaya ataupun disebarluaskan.
"Di era digital ini pikiran harus digunakan untuk memilah dan memilih. Apakah informasi itu benar, apakah membawa manfaat, atau justru memberikan dampak buruk bagi diri sendiri," ujar Puspa.
Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Tri Kaya Parisudha, pikiran yang baik atau manacika menjadi dasar lahirnya perkataan dan perbuatan yang baik. Karena itu, kebiasaan berpikir sebelum bertindak menjadi bekal penting bagi anak muda agar tidak mudah terpancing emosi maupun ikut menyebarkan informasi yang belum tentu benar.
Puspa juga menyoroti pentingnya menjaga etika saat berinteraksi di media sosial, termasuk ketika memberikan komentar terhadap unggahan orang lain. Menurutnya, satu kalimat yang ditulis tanpa pertimbangan dapat berdampak besar terhadap kondisi psikologis seseorang.
"Sebelum mengunggah atau menuliskan komentar, saring terlebih dahulu. Jangan sampai jempol kita lebih cepat daripada pikiran karena apa yang kita tuliskan bisa membawa dampak bagi orang lain," ucap Puspa.
Lebih lanjut, ia menilai media sosial tidak seharusnya hanya dijadikan tempat mencari perhatian atau popularitas. Ruang digital justru dapat dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan edukasi, inspirasi, dan nilai-nilai positif kepada masyarakat. Puspa mengatakan generasi muda memiliki peluang besar menjadi agen perubahan melalui konten-konten yang membangun, sekaligus menjaga citra diri di dunia maya. Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang kini semakin marak terjadi.
Menurutnya, kehati-hatian dalam menerima telepon dari nomor tidak dikenal, membaca pesan singkat, maupun membuka tautan tertentu merupakan bentuk sederhana penerapan Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari. Sikap kritis dan tidak mudah tergesa-gesa menjadi langkah awal untuk menghindari berbagai risiko di era digital.
Puspa berharap generasi muda mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana meningkatkan kualitas diri tanpa meninggalkan nilai-nilai moral yang telah diwariskan. Ia mengajak anak muda untuk membangun kebiasaan berpikir positif, berkata santun, serta melakukan tindakan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
Menurutnya, ruang digital akan menjadi tempat yang lebih sehat apabila setiap pengguna mampu mengendalikan pikiran sebelum berbicara dan bertindak. Dengan menjadikan Tri Kaya Parisudha sebagai pedoman, generasi muda tidak hanya akan menjadi pengguna media sosial yang bijak, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman, beretika, dan bermanfaat bagi banyak orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....