Tri Kaya Parisudha Benteng Generasi Muda Menghadapi Era Digital

  • 04 Agt 2026 10:00 WIB
  •  Singaraja

RRI.CDO.ID, Singaraja - Di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi, generasi muda dituntut tak sekadar lihai mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga memegang teguh etika dan karakter. Hal tersebut menjadi topik utama dalam program Obrolan SPADA Pro 2 RRI Singaraja pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Mengusung tema "Tri Kaya Parisudha: Bekal Anak Muda di Era Digital", menghadirkan penyuluh agama Hindu Kantor Kementrian Agama Kabupaten Buleleng, Made Puspa Mardiani Sibang.

Puspa menegaskan pentingnya merawat nilai-nilai luhur ajaran Tri Kaya Parisudha, meliputi Manacika (berpikir yang baik), Wacika (berkata yang baik), dan Kayika (berbuat yang baik) sebagai fondasi moral anak muda masa kini.

"Di era digital, anak muda memiliki peluang luar biasa untuk berkarya dan berinovasi. Namun, kunci sukses sejati bukan sekadar kemampuan menguasai teknologi, melainkan karakter, etika, dan nilai-nilai kehidupan," ujar Puspa.

Dalam kesempatan tersebut, Puspa menyoroti pergeseran norma di ruang digital yang kian memprihatinkan. Jika idealnya perilaku buruk menuai kecaman, kondisi saat ini justru kerap memperlihatkan hal sebaliknya, konten bernuansa negatif malah mendulang simpati, disukai, hingga mendadak viral.

"Zaman sekarang justru terbalik. Dari pikiran yang buruk lahir konten yang buruk, tetapi ironisnya malah banyak yang menyukai dan makin viral," ucap Puspa.

Ia menilai, tantangan terbesar anak muda hari ini adalah menjaga kestabilan etika di tengah godaan interaksi digital yang seolah tanpa batas. Oleh karena itu, ajaran Tri Kaya Parisudha dinilai sangat relevan menjadi panduan hidup agar generasi muda tak tergerus arus negatif kemajuan zaman.

Merespons fenomena konten viral, Puspa mengingatkan pentingnya kesadaran akan jejak digital yang sifatnya abadi dan sulit dihilangkan. Prinsip Manacika (berpikir baik) menjadi pintu utama sebelum seseorang melangkah pada Wacika (berucap) dan Kayika (bertindak).

Setiap unggahan di media sosial, menurutnya, harus melalui penyaringan pikiran yang jernih. Generasi muda juga diimbau untuk tidak terjebak pada ambisi mengejar views atau popularitas instan tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya.

Melalui penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha, anak muda diharapkan tidak hanya tumbuh menjadi pengguna media sosial yang cerdas, tetapi juga tampil sebagai pencipta konten yang bermutu, edukatif, dan beretika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....