Sambutan Meriah Warga Jembrana untuk Presiden

  • 26 Agt 2026 08:21 WIB
  •  Singaraja
RRI.CO.ID, Negara – Antusiasme masyarakat Kabupaten Jembrana menyambut kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Jembrana, Bali terlihat di sepanjang jalan Gilimanuk saat peletakan batu pertama (groundbreaking) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gilimanuk berkapasitas 100 GWp, Selasa 25 Agustus 2026.
Ribuan warga, termasuk pelajar, memadati sepanjang jalur dari Lapangan Gilimanuk hingga kawasan Monumen Lintas Laut, lokasi pelaksanaan groundbreaking. Kehadiran masyarakat berlangsung tertib dan mendapat perhatian khusus dari jajaran Istana.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Jembrana atas sambutan hangat yang diberikan. Menurutnya, suasana tersebut menunjukkan kedekatan antara pemimpin dan masyarakat.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyambut baik apresiasi tersebut. Ia menilai tingginya partisipasi warga merupakan wujud kebanggaan masyarakat atas kehadiran Presiden di Bumi Makepung.
“Kami sangat bersyukur dan terharu melihat antusiasme masyarakat Jembrana. Kehadiran Bapak Presiden membawa angin segar dan harapan baru bagi kemajuan daerah kami, khususnya di bidang infrastruktur dan ekonomi daerah,” ujarnya.
Kembang menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jembrana siap mendukung berbagai agenda strategis nasional yang dilaksanakan di wilayahnya. Ia menilai kolaborasi pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan, khususnya di Bali Barat.
“Apresiasi dari Istana ini milik seluruh warga Jembrana. Ini membuktikan bahwa keramahan dan keterlibatan masyarakat kita mendapat tempat tersendiri di hati Bapak Presiden,” katanya.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Jembrana sekaligus menandai dimulainya pembangunan PLTS Gilimanuk yang menjadi bagian dari program peluncuran dan groundbreaking PLTS di 14 lokasi di Indonesia.
PLTS Gilimanuk dirancang memiliki kapasitas pembangkitan 100 GWp, didukung sistem penyimpanan energi baterai (BESS) berkapasitas 1.000 MWh. Proyek ini diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 470 GWh listrik setiap tahun serta mengurangi ketergantungan sistem kelistrikan Bali terhadap pembangkit berbahan bakar minyak.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri, Wakil Panglima TNI, Direktur Utama PLN beserta jajaran, Gubernur Bali, Forkopimda Provinsi Bali dan Kabupaten Jembrana, serta berbagai instansi terkait.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....