Wabup Buleleng Perkuat Relawan PMI lewat Pelatihan Fasilitator PMR

  • 27 Jul 2026 12:28 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang kemanusiaan melalui penyelenggaraan Pelatihan Training of Facilitator (TOF) Palang Merah Remaja (PMR). Kegiatan yang diikuti 30 peserta tersebut resmi dibuka oleh Wakil Bupati Buleleng sekaligus Ketua PMI Kabupaten Buleleng di Markas PMI Kabupaten Buleleng, Senin 27 Juli 2026. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mencetak fasilitator PMR yang mampu memperkuat pembinaan generasi muda di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Buleleng menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga pelatihan dapat terselenggara dengan baik. Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam memperkuat organisasi kemanusiaan yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menilai peningkatan kapasitas relawan harus terus dilakukan agar pelayanan kemanusiaan semakin optimal.

"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan ini. Pelatihan Training of Facilitator PMR menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan PMI Kabupaten Buleleng, khususnya dalam mencetak fasilitator PMR yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjadi agen pembelajaran bagi generasi muda," ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan fasilitator PMR memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap sesama. Fasilitator diharapkan mampu menjadi pendamping sekaligus penggerak pembelajaran kepalangmerahan di sekolah, sehingga nilai-nilai kemanusiaan dapat tertanam sejak dini. Dengan demikian, regenerasi relawan PMI dapat berjalan secara berkesinambungan.

Pelatihan TOF PMR juga menjadi wujud keseriusan PMI Kabupaten Buleleng dalam memperkuat kualitas organisasi. Selain meningkatkan kompetensi peserta, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader kemanusiaan yang siap menghadapi berbagai tantangan sosial maupun kondisi kedaruratan. Penguatan kapasitas relawan dinilai menjadi investasi jangka panjang bagi keberlangsungan pelayanan PMI kepada masyarakat.

"Pelaksanaan Training of Facilitator PMR ini menjadi bukti nyata komitmen PMI Kabupaten Buleleng dalam membangun organisasi yang adaptif, profesional, dan siap melahirkan kader-kader kemanusiaan yang tangguh demi mewujudkan masyarakat Buleleng yang semakin peduli, tangguh, dan berjiwa kemanusiaan," katanya.

Melalui pelatihan ini, PMI Kabupaten Buleleng berharap para peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing. Para fasilitator diharapkan menjadi penggerak dalam membina anggota PMR serta memperluas semangat kesukarelaan di kalangan generasi muda. Langkah tersebut diyakini akan semakin memperkuat peran PMI sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Buleleng.

Ke depan, sinergi antara PMI, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk mendukung lahirnya relawan-relawan yang berkualitas. Dengan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas, PMI Kabupaten Buleleng optimistis mampu memberikan pelayanan kemanusiaan yang semakin cepat, profesional, dan berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen membangun masyarakat Buleleng yang lebih peduli, tangguh, dan memiliki semangat gotong royong, ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....