Kesibukan Bukan Alasan Tinggalkan Tradisi Perempuan Bali Seutuhnya Sekarang

  • 25 Jul 2026 14:48 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Perkembangan dunia pendidikan dan karier membuat perempuan Bali kini memiliki aktivitas yang semakin beragam. Meski demikian, kesibukan tersebut dinilai tidak seharusnya menjadi alasan untuk meninggalkan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam Obrolan SPADA RRI Singaraja bersama Ngakan Putu Ary Saskara dan Ni Komang Indah Apriani dari KMHD YBV Undiksha, Sabtu, 25 Juli 2026. Menurut mereka, pelestarian budaya tetap dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas sehari-hari apabila mampu mengatur waktu dengan baik.

Indah Apriani mengakui banyak perempuan Bali saat ini memilih berkarier sehingga waktu untuk membuat sarana upakara menjadi lebih terbatas. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat memilih membeli canang maupun perlengkapan upacara sebagai solusi.

"Kalau memang benar-benar sibuk, membeli canang bisa menjadi salah satu opsi agar kita tetap melaksanakan tradisi. Tetapi ketika memiliki waktu, alangkah baiknya tetap belajar membuatnya sendiri," ucap Indah Apriani. Menurutnya, yang terpenting adalah tradisi tetap dijalankan dan tidak ditinggalkan sama sekali.

Meski demikian, Indah menilai kemampuan membuat sarana upakara tetap perlu dimiliki oleh perempuan Bali. Keterampilan tersebut menjadi bekal yang bermanfaat ketika telah berkeluarga sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya. Ia menyarankan generasi muda memanfaatkan momen ngayah maupun hari raya untuk belajar secara bertahap sehingga tidak merasa terbebani ketika harus menjalankan tradisi di masa mendatang.

Ary Saskara menambahkan manajemen waktu menjadi kunci agar generasi muda tetap mampu menjalankan kewajiban adat di tengah kesibukan. Menurutnya, budaya Bali akan tetap lestari apabila masyarakat mampu menyeimbangkan antara pekerjaan, pendidikan, dan tanggung jawab adat.

"Mari kita mengatur waktu agar di sela-sela kesibukan tetap bisa melaksanakan tradisi Bali. Dengan begitu, budaya kita akan tetap hidup meskipun zaman terus berkembang," ujar Ary Saskara.

Melalui keseimbangan tersebut, KMHD YBV Undiksha mengajak generasi muda untuk tidak mempertentangkan karier dengan budaya. Keduanya dapat berjalan beriringan apabila disertai komitmen dan kesadaran untuk melestarikan tradisi. Menurut mereka, perempuan Bali masa kini dapat tetap produktif di dunia kerja tanpa kehilangan identitas budaya yang menjadi ciri khas Pulau Dewata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....