KPU Buleleng Edukasi Siswa SMAN 1 Singaraja Jadi Pemilih Cerdas Berintegritas
- 24 Jul 2026 11:37 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi kalangan pelajar melalui kegiatan Pendidikan Demokrasi di SMAN 1 Singaraja, Jumat 24 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi kepemiluan sekaligus membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi. Melalui program ini, KPU berharap para pelajar memiliki bekal pengetahuan sebelum memasuki usia sebagai pemilih.
Kegiatan diikuti oleh siswa kelas X, XI, dan XII SMAN 1 Singaraja. Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata, hadir sebagai narasumber yang menyampaikan materi seputar sejarah pemilu di Indonesia, makna demokrasi, hingga peran strategis generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi. Penyampaian materi berlangsung interaktif dengan melibatkan siswa dalam sesi tanya jawab.
Dalam pemaparannya, Putu Arya Suarnata menjelaskan bahwa pemilu merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk menentukan arah pembangunan melalui hak pilihnya. Menurutnya, generasi muda perlu memahami sejak dini hak dan kewajibannya sebagai warga negara agar mampu berpartisipasi secara bertanggung jawab ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih. "Pemilu merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat, sehingga setiap warga negara yang telah memenuhi syarat memiliki hak sekaligus tanggung jawab untuk menggunakan hak pilihnya secara bijaksana," ujarnya.
Selain membahas sejarah dan mekanisme pemilu, Putu Arya juga mengingatkan pentingnya membangun karakter pemilih yang cerdas di tengah derasnya arus informasi digital. Ia menekankan bahwa pelajar harus mampu menyaring informasi, tidak mudah terpengaruh berita bohong, serta tetap menjaga persatuan meskipun memiliki pilihan politik yang berbeda. "Generasi muda harus menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas, serta tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun informasi yang belum jelas kebenarannya," katanya.
Menurut Putu Arya, perbedaan pilihan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan munculnya perpecahan di tengah masyarakat. "Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi persatuan harus tetap dijaga agar kehidupan demokrasi dapat berjalan dengan baik," ucapnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Beragam pertanyaan mengenai tahapan pemilu, syarat menjadi pemilih, hingga peran penyelenggara pemilu disampaikan dalam sesi diskusi. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi pelajar untuk memahami proses demokrasi secara lebih mendalam sekaligus meningkatkan kesadaran mereka sebagai calon pemilih pemula.
Melalui pendidikan demokrasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan, KPU Kabupaten Buleleng berharap generasi muda memiliki pemahaman yang baik mengenai demokrasi dan kepemiluan. Bekal tersebut diharapkan mampu membentuk pemilih pemula yang aktif, bertanggung jawab, serta berintegritas dalam menggunakan hak pilihnya pada setiap penyelenggaraan pemilu. Dengan demikian, kualitas demokrasi di Kabupaten Buleleng dapat terus terjaga melalui partisipasi masyarakat yang semakin cerdas dan berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....