Jangan Bandingkan Anak, Ini Dampaknya
- 23 Jul 2026 12:16 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Orang tua diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi dengan anak. Kebiasaan membandingkan prestasi anak dengan teman atau anak lain dinilai dapat memberikan tekanan psikologis dan membuat anak merasa tidak aman di lingkungan keluarga.
Akademisi Dr. I Made Bagus Andi Purnomo, M.Pd., mengatakan kekerasan terhadap anak tidak hanya berbentuk tindakan fisik. Kata-kata dan sikap orang tua yang merendahkan atau membandingkan anak juga dapat menjadi bentuk kekerasan psikologis.
“Jadi kekerasan itu tidak hanya fisik, namun juga bisa berupa lisan” ujar Dr. I Made Bagus Andi Purnomo dalam dialog Kita Indonesia Pro 1 RRI Singaraja, Kamis, 23 Juli 2026.
Ia memberikan gambaran tentang kebiasaan orang tua yang membandingkan prestasi anak dengan anak lain ketika nilai atau peringkat yang diperoleh tidak sesuai harapan. Menurutnya, tindakan tersebut dapat membuat anak merasa tertekan dan kehilangan rasa aman untuk bercerita kepada orang tua.
“Kadang orang tua begitu, membandingkan. Kamu dulu kalah sama ini, kok nilai kamu segini ga kaya temenmu. Nah itu berdampak pada psikis anak. Itu bagi anak tidak aman,” katanya.
Menurut Andi Purnomo, rasa aman menjadi salah satu faktor penting dalam hubungan antara anak dan orang tua. Anak yang merasa aman akan lebih terbuka menyampaikan persoalan yang dihadapinya. Sebaliknya, ketika anak tidak lagi merasa nyaman dan aman untuk berbicara dengan orang tua, mereka berpotensi mencari tempat lain untuk mendapatkan rasa aman dan tempat bercerita.
“Dia tidak akan terbuka sama orang tua. Dia akan terbuka dengan yang lain. Secara psikologi, ini berbahaya!” ucapnya.
Ia menjelaskan, orang tua memiliki posisi vital dalam pendidikan anak karena menjadi sosok yang paling dekat dengan anak sejak usia dini. Ketika menghadapi persoalan, anak umumnya akan mencari orang tua karena menganggap keluarga sebagai tempat yang aman.
Karena itu, orang tua perlu membangun komunikasi yang positif dengan anak. Memberikan ruang untuk bercerita, mendengarkan tanpa menghakimi, serta menghindari kebiasaan membandingkan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan dan kedekatan emosional dalam keluarga.
Andi menyebut membangun generasi yang cerdas dan berkarakter di era digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan anak menggunakan teknologi. Lebih dari itu, anak perlu tumbuh dalam lingkungan yang memberikan rasa aman, penghargaan, dan dukungan agar mampu berkembang secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....