SiLPA APBD Masih Tinggi, Pemkab Buleleng Dorong Efektivitas Belanja Daerah

  • 21 Jul 2026 10:01 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.D, Singaraja - Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) APBD Kabupaten Buleleng yang masih tergolong besar menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Buleleng. Kondisi tersebut dinilai perlu segera dibenahi agar anggaran yang telah direncanakan dapat terserap secara optimal dan berdampak langsung terhadap percepatan pembangunan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menegaskan, besarnya SiLPA tidak boleh dipandang sebagai keberhasilan pengelolaan keuangan semata, melainkan menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perangkat daerah. Menurutnya, pemerintah akan melakukan pembenahan mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan program hingga tertib administrasi agar tidak ada lagi anggaran yang tertahan hingga akhir tahun.

"SiLPA yang masih tinggi menjadi perhatian dan target kami untuk terus ditekan ke depan. Karena itu, kami akan lebih cermat dalam menyusun perencanaan, sekaligus mengevaluasi seluruh tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga administrasi, agar anggaran yang telah dialokasikan benar-benar terealisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Supriatna.

Evaluasi tersebut juga diarahkan untuk mengidentifikasi penyebab rendahnya realisasi belanja di sejumlah perangkat daerah, baik karena keterlambatan proses pengadaan, perencanaan yang kurang matang, maupun kendala administratif. Hasil evaluasi akan menjadi dasar penyempurnaan tata kelola anggaran pada tahun-tahun berikutnya sehingga pelaksanaan program tidak lagi menumpuk di akhir tahun anggaran.

Wabup Gede Supriatna menambahkan, optimalisasi penyerapan anggaran menjadi salah satu kunci menjaga laju pembangunan daerah. Setiap organisasi perangkat daerah diminta meningkatkan koordinasi, mempercepat pelaksanaan kegiatan, serta memastikan seluruh program berjalan sesuai target dan jadwal yang telah ditetapkan.

"Target kita bukan sekadar menghabiskan anggaran, tetapi memastikan setiap rupiah APBD menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu seluruh OPD harus bekerja lebih cepat, lebih tepat, dan lebih akuntabel," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap langkah evaluasi menyeluruh tersebut mampu menekan besaran SiLPA pada tahun anggaran berikutnya. Dengan penyerapan anggaran yang lebih optimal, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, serta berbagai program prioritas diharapkan dapat berjalan tepat waktu, berkualitas, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....