Kesadaran Masyarakat Kunci Wujudkan Bali Bebas Sampah Berkelanjutan Bersama

  • 19 Jul 2026 12:41 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Keindahan alam Bali menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Namun, persoalan sampah masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama agar citra Pulau Dewata sebagai destinasi wisata tetap terjaga. Dalam program Obrolan SPADA Pro 2 RRI Singaraja, anggota Green Youth Bali, Pebra Ari dan Yoni Kerti Asih, mengajak masyarakat untuk menjadikan gerakan Bali bebas sampah sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar slogan atau harapan semata.

Menurut Pebra Ari, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga dipengaruhi oleh pola pikir masyarakat. Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sesuai jenisnya masih perlu terus ditingkatkan. Ia menilai pelaku usaha juga memiliki peran penting dengan menyediakan tempat sampah yang memadai agar masyarakat lebih mudah menerapkan kebiasaan tersebut.

"Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Fasilitas memang penting, tetapi yang paling menentukan tetap kebiasaan setiap orang dalam mengelola sampah," ujar Pebra Ari.

Sementara itu, Yoni Kerti Asih menyoroti kondisi sejumlah kawasan wisata yang masih ditemukan sampah berserakan, terutama sampah plastik. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan sekaligus citra Bali sebagai daerah tujuan wisata internasional. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, dimulai dari mengelola sampah milik sendiri. Ia juga mengingatkan pentingnya memahami perbedaan sampah organik, anorganik, dan residu agar proses pengelolaan sampah menjadi lebih efektif.

Selain edukasi kepada masyarakat, Green Youth juga mendukung penerapan berbagai kebijakan pemerintah terkait pengelolaan sampah, termasuk sistem pemilahan sampah yang mulai diterapkan di Kabupaten Buleleng.

"Bali adalah warisan yang harus kita jaga bersama. Semua bisa dimulai dari hal sederhana seperti memilah sampah dan membuangnya pada tempat yang benar," kata Yoni Kerti Asih. Menurutnya, konsistensi masyarakat dalam menjalankan kebiasaan kecil akan memberikan dampak besar terhadap upaya mengurangi timbulan sampah di Bali.

Melalui gerakan yang melibatkan generasi muda, komunitas, pemerintah, hingga masyarakat umum, harapan mewujudkan Bali bebas sampah dapat diwujudkan secara bertahap. Kebiasaan membawa tumbler, menggunakan tas belanja sendiri, mengurangi plastik sekali pakai, serta memilah sampah merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan siapa saja. Dengan kepedulian dan tanggung jawab bersama, lingkungan yang bersih bukan hanya menjadi impian, tetapi juga warisan berharga yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....