Eco Influencer Dorong Anak Muda Peduli Lingkungan lewat Media Sosial

  • 07 Agt 2026 16:11 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Media sosial tidak lagi hanya menjadi tempat berbagi aktivitas sehari-hari atau mengikuti tren, tetapi juga berkembang menjadi ruang edukasi yang mampu menggerakkan kepedulian terhadap lingkungan. Hal tersebut disampaikan anggota Green Youth Bali, Rahayu dan Putri Lestari, dalam Obrolan SPADA RRI Singaraja, Jumat, 7 Agustus 2026. Keduanya menjelaskan bahwa kehadiran eco influencer menjadi salah satu cara yang dinilai efektif untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih peduli terhadap lingkungan melalui konten digital yang sederhana namun berdampak. Menurut mereka, seseorang tidak harus memiliki jutaan pengikut untuk menjadi eco influencer, sebab yang terpenting adalah konsistensi menyampaikan pesan positif dan mengajak masyarakat melakukan aksi nyata menjaga lingkungan.

"Eco influencer itu tidak harus memiliki jutaan pengikut. Walaupun followers masih sedikit, kita tetap bisa mengedukasi bahwa aksi nyata menjaga lingkungan itu sangat penting," ujar Putri Lestari. Ia menjelaskan, konten bertema lingkungan justru memiliki peluang besar menarik perhatian masyarakat apabila dikemas secara kreatif dan mengikuti tren media sosial. Salah satu contoh yang banyak diminati adalah video transisi sebelum dan sesudah kegiatan bersih-bersih lingkungan. Selain itu, Green Youth Bali juga rutin membuat konten edukasi mengenai pengelolaan sampah, penanaman pohon, hingga kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari, seperti membawa tumbler dan membuang sampah pada tempatnya. Menurut Putri, kualitas kamera bukan menjadi faktor utama dalam membuat konten, melainkan pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

Sementara itu, Rahayu mengungkapkan bahwa tantangan terbesar bukan berada pada proses produksi konten, melainkan bagaimana pesan tersebut dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Saat ini Green Youth Bali masih memusatkan aktivitas edukasi melalui Instagram karena dinilai memiliki algoritma yang mampu memperluas jangkauan konten dengan cepat. Meski demikian, organisasi tersebut tetap menyadari bahwa tidak semua kelompok usia aktif menggunakan media sosial. Oleh karena itu, Green Youth Bali juga menjalankan program Green Youth Bali Goes to School untuk memberikan edukasi langsung kepada pelajar yang belum aktif di media sosial. "Media sosial kami gunakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang tidak bisa kami jangkau secara langsung. Tetapi yang menjaga lingkungan tetap manusianya, bukan media sosialnya," ucap Rahayu.

Melalui berbagai konten edukasi tersebut, Green Youth Bali berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terdorong melakukan perubahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menilai media sosial hanyalah alat untuk menyampaikan pesan, sedangkan keberhasilan menjaga lingkungan bergantung pada kesadaran setiap individu. Dengan semakin banyaknya anak muda yang memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan aksi positif, budaya peduli lingkungan diharapkan dapat tumbuh lebih luas di tengah masyarakat. Green Youth Bali pun mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menunggu konten baru, tetapi mulai mengambil peran nyata menjaga lingkungan dari hal-hal kecil yang dapat dilakukan setiap hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....