Dagperinkopukm Buleleng Perkuat Pengendalian Inflasi lewat Rakor 2026
- 07 Jul 2026 11:53 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Dagperinkopukm) terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah dengan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual.
Rakor yang digelar Senin 6 Juli 2026 itu diikuti Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buleleng dari Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Radiogram Kemendagri mengenai langkah konkret pengendalian inflasi daerah sekaligus evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah.
Dalam rakor dipaparkan bahwa pada minggu pertama Juli 2026 terdapat delapan provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), satu provinsi relatif stabil, dan 29 provinsi mengalami penurunan IPH. Komoditas seperti cabai merah dan beras menjadi penyumbang utama kenaikan harga, sementara Provinsi Bali tercatat mengalami penurunan IPH sebesar 3,75 persen.
Perum BULOG juga melaporkan realisasi penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) selama April hingga Juni 2026 telah melampaui target. Berbagai langkah penguatan stok, operasi pasar, distribusi pangan, serta pengawasan harga terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Dagperinkopukm Buleleng, Made Mira Tri Yulia Ida Yustisiana, mengatakan pihaknya akan terus bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Buleleng.
"Melalui koordinasi yang berkelanjutan, kami berkomitmen memperkuat pengawasan harga, menjaga ketersediaan pasokan, serta mendukung berbagai langkah strategis pengendalian inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga," ujarnya.
Rakor tersebut juga merumuskan langkah strategis pengendalian harga terhadap sejumlah komoditas yang masuk kategori rawan, seperti beras, jagung pakan ternak, ayam ras, telur ayam ras, dan daging ayam ras. Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga, ketersediaan pangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....