Hari Lingkungan Hidup, Buleleng Gaungkan Aksi Nyata Hadapi Krisis Iklim

  • 07 Jun 2026 08:31 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan menggelar aksi lingkungan di kawasan Danau Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Sabtu 6 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen daerah dalam menggaungkan aksi nyata menghadapi krisis iklim sekaligus menjaga kelestarian kawasan hulu yang berperan penting sebagai daerah resapan air.

Peringatan tahun ini mengusung tema nasional “Let's Act Now for Climate: Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Ratusan peserta dari unsur pemerintah, instansi vertikal, komunitas lingkungan, dan masyarakat turut ambil bagian dalam kegiatan yang dipusatkan di kawasan strategis tersebut.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, hadir sebagai pembina apel dan membacakan amanat Menteri Lingkungan Hidup selaku Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi triple planetary crisis atau tiga krisis besar yang meliputi perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.

Data nasional menunjukkan lebih dari 60 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir yang rentan terdampak kenaikan permukaan air laut. Selain itu, sekitar 90 persen bencana yang terjadi di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan yang dipicu perubahan iklim.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Sutjidra mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan mulai melakukan langkah-langkah konkret dalam menjaga kelestarian alam. Menurutnya, pemanfaatan sumber daya alam harus diimbangi dengan upaya perlindungan yang berkelanjutan.

“Kondisi bumi kita sedang tidak baik-baik saja. Apa yang disampaikan oleh Bapak Menteri memang betul, kita harus mulai melakukan pertobatan ekologis. Selama bertahun-tahun kita mungkin tidak menyadari telah merusak alam ini. Mari kita bersama-sama, seluruh elemen masyarakat di mana pun berada, memulai langkah konkret ini demi keberlangsungan generasi mendatang,” tegas Sutjidra.

Selain isu perubahan iklim, Bupati juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di daerah. Ia menilai pola lama dalam pengelolaan sampah perlu segera diubah agar tidak semakin membebani lingkungan dan mengancam keberlanjutan ekosistem.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik dari rumah tangga masing-masing. Langkah sederhana tersebut diyakini mampu mengurangi volume sampah sekaligus menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menjaga lingkungan hidup di Kabupaten Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....