Monarch Bali Bentuk Karakter Generasi Muda lewat Program Five Days Self Identity

  • 06 Jul 2026 15:20 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Program mengintegrasikan tiga tahapan pengembangan diri yaitu self identity, self growth, dan self intention untuk membangun mental serta kesiapan kerja generasi muda menghadapi tantangan industri hospitality.

RRI.CO.ID, Singaraja - Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Monarch Bali mengawali program Bright Hospitality Awareness dengan pelaksanaan Five Days Self Identity di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Senin 6 Juli 2026, sebagai bagian dari rangkaian pembinaan karakter bagi calon tenaga kerja sektor pariwisata dan perhotelan. Program tersebut mengintegrasikan tiga tahapan pengembangan diri, yakni self identity, self growth, dan self intention, guna membangun mental serta kesiapan kerja generasi muda menghadapi tantangan industri hospitality.

Corporate Excellence Manager Monarch Bali, I Ketut Sudama, S.M, M.M, mengatakan pembentukan karakter menjadi fokus utama pelatihan karena banyak generasi muda saat ini menghadapi tantangan dalam aspek mental. Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu mengenali potensi diri, mengembangkan kemampuan, hingga mewujudkan cita-cita sebagai tenaga profesional di bidang pariwisata.

"Karena saat ini permasalahan generasi muda kita, baik generasi Gen Z maupun yang disebut generasi strawberry, ada pada mental mereka. Harapan kami, mental mereka akan terbentuk secara profesional, khususnya saat memasuki dunia hospitality dan pariwisata" katanya.

Direktur Monarch Bali Singaraja, I Made Ngurah Wedana, S.H, menambahkan lembaganya berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang unggul melalui tema Global Career Strength, sehingga lulusan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Selain pelatihan, Monarch Bali juga menjalin kerja sama dengan berbagai agen resmi penempatan tenaga kerja dan menyediakan program magang internasional, seperti program J-1 ke Amerika Serikat, Turki, hingga pengembangan kerja sama dengan Selandia Baru.

"Kami siap melatih dan mendidik mereka menjadi sumber daya manusia yang unggul, siap kerja, dan mampu bersaing di dunia nasional maupun internasional. Itulah tekad kami melalui tema Global Career Strength" ujarnya.

Menurut pihak Monarch Bali, minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan justru terus meningkat pada tahun ajaran 2026–2027. Lembaga tersebut juga menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu diimbangi dukungan pemerintah dalam menciptakan kepastian karier bagi tenaga kerja pariwisata, sekaligus menjaga daya saing pariwisata Bali melalui penyelesaian berbagai persoalan seperti kemacetan dan pengelolaan sampah yang dapat memengaruhi kepercayaan wisatawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....