Perempuan Bali Punya Peran Istimewa Menjaga Tradisi hingga Kini
- 25 Jul 2026 14:38 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Perempuan Bali memiliki peran yang tidak hanya terbatas pada keluarga maupun pekerjaan, tetapi juga sebagai penjaga keberlangsungan tradisi dan budaya. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, tanggung jawab tersebut tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan perempuan Bali. Hal itu disampaikan oleh Ngakan Putu Ary Saskara dan Ni Komang Indah Apriani dari KMHD YBV Undiksha saat mengisi Obrolan SPADA RRI Singaraja, Sabtu, 25 Juli 2026. Menurut keduanya, peran perempuan Bali justru menjadi keistimewaan yang membedakan dengan perempuan di daerah lain.
Indah Apriani menjelaskan perempuan Bali memiliki tanggung jawab tambahan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuat sarana upakara, ngayah, hingga melestarikan berbagai tradisi keagamaan. Meski terlihat padat, ia tidak menganggap hal tersebut sebagai beban. "Sebagai perempuan Bali itu bukannya ribet, tetapi menjadi perempuan yang spesial. Kita memiliki tanggung jawab tambahan untuk melestarikan budaya Bali dan itu menjadi bekal yang baik untuk kehidupan ke depan," ujar Indah Apriani. Menurutnya, keterampilan seperti mejejaitan dan membuat canang menjadi kemampuan yang diwariskan sejak usia muda agar tetap lestari hingga generasi berikutnya.
Ary Saskara menilai keistimewaan perempuan Bali juga terlihat dari kemampuannya menjalankan berbagai peran dalam waktu yang bersamaan. Selain menjalankan aktivitas pendidikan maupun pekerjaan, perempuan Bali tetap aktif dalam kegiatan adat dan keagamaan di lingkungan banjar maupun pura. Kemampuan mengatur waktu menjadi salah satu kekuatan yang membuat perempuan Bali mampu menjalankan berbagai tanggung jawab tersebut tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.
Menurut Ary, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab perempuan semata. Laki-laki juga memiliki peran masing-masing dalam mendukung berbagai kegiatan adat sehingga keduanya saling melengkapi. "Tidak semua pekerjaan bisa dilakukan perempuan, begitu juga laki-laki. Yang terpenting adalah bagaimana kita saling melengkapi dan tetap menjalankan tradisi tanpa merasa terbebani," kata Ary Saskara. Ia menilai pembagian peran tersebut menjadi salah satu bentuk keharmonisan dalam kehidupan masyarakat Bali.
KMHD YBV Undiksha berharap generasi muda tidak lagi memandang tradisi sebagai beban, melainkan sebagai identitas yang patut dibanggakan. Menurut keduanya, menjaga budaya dapat dimulai dari hal sederhana, seperti belajar membuat canang, mengikuti kegiatan ngayah, hingga aktif dalam kegiatan adat di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, nilai-nilai budaya Bali akan tetap hidup meskipun masyarakat menghadapi perubahan zaman yang semakin dinamis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....