Penataan Pedestrian Jalan Ngurah Rai Jembrana Mulai Dikerjakan

  • 03 Jul 2026 08:00 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Pemerintah Kabupaten Jembrana mulai merealisasikan proyek penataan kawasan Jalan Ngurah Rai, Kota Negara, dengan mengerjakan pembangunan pedestrian serta pembenahan sistem drainase. Proyek senilai Rp14,7 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Jembrana Tahun 2026 itu ditargetkan mampu meningkatkan kenyamanan pejalan kaki sekaligus mempercantik wajah pusat kota.

Tahapan awal pekerjaan diawali dengan pembongkaran saluran air di sisi kanan dan kiri Jalan Ngurah Rai, serta perataan lahan di kawasan bekas pertokoan Jalan Pahlawan yang berada di sisi barat Pasar Umum Negara.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan (PUPRP) Kabupaten Jembrana, I Nyoman Wiartha, mengatakan penataan tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi koridor Jalan Ngurah Rai yang selama ini menjadi salah satu kawasan utama di Kota Negara.

Ia menjelaskan, pedestrian akan dibangun di kedua sisi jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer, mulai dari kawasan Jembatan Ijo Gading hingga Tugu Adipura. Namun, tidak seluruh ruas jalan dapat ditangani karena sebagian area masih menjadi aset Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), termasuk kawasan di depan Pasar Umum Negara.

"Program ini tidak hanya memperindah kawasan perkotaan, tetapi juga memperbaiki kondisi trotoar yang sudah rusak dan meningkatkan kapasitas drainase agar mampu mengurangi genangan saat hujan deras," ujar Wiartha.

Selain pembangunan trotoar dan saluran drainase, proyek tersebut juga mencakup penataan taman kota di lahan kosong sebelah barat Pasar Umum Negara. Kawasan itu nantinya akan disulap menjadi ruang terbuka yang lebih tertata dan menambah nilai estetika pusat kota.

Menurut Wiartha, kondisi trotoar di sejumlah titik Jalan Ngurah Rai saat ini mengalami kerusakan, bahkan terdapat bagian yang berlubang sehingga mengurangi kenyamanan pejalan kaki. Di sisi lain, sistem drainase yang ada juga dinilai belum optimal karena masih sering terjadi genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan rampung dalam waktu sekitar empat bulan atau pada September hingga Oktober 2026.

Tak hanya memperbaiki infrastruktur permukaan, proyek ini juga menjadi langkah awal penataan utilitas bawah tanah. Jaringan telekomunikasi dan internet secara bertahap akan dipindahkan ke bawah permukaan tanah sehingga tiang serta kabel yang selama ini memenuhi sisi jalan dapat dikurangi.

Penyedia layanan telekomunikasi yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) telah menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut. Sementara itu, pemindahan jaringan listrik masih memerlukan kajian lebih lanjut mengingat kebutuhan investasi yang cukup besar.

"Penataan kabel bawah tanah akan dimulai dari jaringan provider telekomunikasi agar kawasan menjadi lebih rapi. Sedangkan jaringan listrik masih membutuhkan pembahasan lanjutan karena nilai investasinya cukup besar," jelasnya.

Ke depan, pemerintah daerah juga berencana menata berbagai elemen visual di sepanjang koridor Jalan Ngurah Rai, termasuk mengevaluasi keberadaan papan reklame berukuran besar di depan Kantor BPD Bali Cabang Negara. Rencana relokasi reklame tersebut saat ini masih dalam tahap kajian agar penempatannya tetap sesuai dengan konsep penataan kawasan perkotaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....