ABK Hilang di Perairan Banyu Wedang, Tim SAR Sisir Laut dan Pantai
- 02 Jul 2026 07:30 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke laut di kawasan Pantai Pasir Putih Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Hingga Selasa 30 Juni 2026 sore, korban belum berhasil ditemukan meski pencarian telah dilakukan melalui jalur laut, darat, hingga penyelaman.
Korban diketahui bernama Rafles Tafa Kusuma (17), warga Jalan Murai, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menyebutkan korban merupakan ABK Kapal Turmalin 384310 yang terakhir terlihat sebelum dinyatakan hilang.
Berdasarkan kronologi, pada Senin sekitar pukul 21.00 Wita, korban terlihat turun dari Kapal Turmalin 384310 menuju Pantai Pasir Putih Banyuwedang menggunakan speed boat berwarna oranye dalam kondisi dipengaruhi alkohol. Pada malam harinya korban berusaha kembali ke kapal, namun hingga Selasa siang tidak kunjung tiba. Speed boat yang digunakan kemudian ditemukan warga dalam kondisi terdampar di pesisir pantai, sementara korban belum ditemukan meski telah dilakukan pencarian awal sebelum dilaporkan kepada instansi terkait.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan kejadian. Tim SAR bergerak menuju lokasi untuk memulai operasi pencarian terhadap korban.
"Informasinya kami terima hari ini pada pukul 06.40 Wita dan segera diberangkatkan 7 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng menuju lokasi kejadian," ujarnya.
Pencarian sorti pertama dilaksanakan sekitar pukul 07.50 Wita menggunakan satu unit rubber boat. Selama kurang lebih tiga jam penyisiran di perairan, korban belum berhasil ditemukan sehingga operasi pencarian kembali dilanjutkan pada pukul 13.20 Wita dengan mengerahkan satu unit rubber boat berisi enam personel dan satu unit sekoci kapal yang diawaki empat personel.
Selain penyisiran di permukaan laut, tim juga melakukan pencarian bawah air menggunakan metode snorkeling dan penyelaman. Dengan jarak pandang di dalam air sekitar dua meter, dua personel penyelam turun hingga kedalaman sekitar 10 meter, sementara tim darat menyisir sepanjang bibir pantai. Hingga operasi pencarian terakhir pada hari itu, korban masih belum ditemukan.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, yakni Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, TNI AL, Polairud, KPLP Pos Pengamatan, Polsek Gerokgak, BPBD Buleleng, Satpol PP Gerokgak, Babinsa Pejarakan, Bhabinkamtibmas Gerokgak, serta rekan dan keluarga korban. Pencarian akan terus dilakukan sesuai rencana operasi dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....