Piodalan Jagatnatha, Wabup Supriatna Ajak Perkuat Nilai Spiritual Umat
- 30 Jun 2026 05:01 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar persembahyangan bersama dalam rangka piodalan di Pura Jagatnatha yang bertepatan dengan Purnama Kasa, Senin 29 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, jajaran Forkopimda Buleleng, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng sebagai bentuk bhakti dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Piodalan menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan. Selain mengikuti rangkaian persembahyangan, pemerintah juga mengajak masyarakat menjadikan Pura Jagatnatha sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gede Supriatna menyampaikan rasa syukur karena umat Hindu dapat bersama-sama melaksanakan persembahyangan pada piodalan yang menjadi momentum penting bagi masyarakat Buleleng. Menurutnya, Pura Jagatnatha bukan hanya tempat suci untuk beribadah, tetapi juga menjadi simbol yang disungsung bersama oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Buleleng.
"Pura Jagatnatha adalah simbol Pemerintah Kabupaten Buleleng sekaligus simbol masyarakat Buleleng. Karena itu, sudah menjadi kewajiban kita bersama, khususnya pemerintah daerah, untuk menjaga, merawat, dan melaksanakan pengabdian di pura ini, tidak hanya saat piodalan tetapi juga pada hari-hari suci keagamaan lainnya," ujarnya.
Supriatna menjelaskan, selama 33 tahun berdiri, Pura Jagatnatha telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng. Karena itu, seluruh perangkat daerah memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesucian pura, melaksanakan ayahan, serta mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang berlangsung di kawasan pura, katanya.
Ia juga mengajak seluruh umat Hindu agar senantiasa hadir dan melaksanakan persembahyangan di Pura Jagatnatha pada berbagai hari suci keagamaan, seperti Hari Raya Galungan, Kuningan, Saraswati, Tumpek, dan hari-hari besar keagamaan lainnya. Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai spiritual sekaligus menjaga fungsi pura sebagai pusat pembinaan umat.
Momentum piodalan tersebut juga dimanfaatkan untuk memohon doa restu masyarakat terhadap berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Supriatna menegaskan keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan, partisipasi, dan doa dari seluruh masyarakat.
"Sebaik apa pun program yang disusun pemerintah, tanpa dukungan, doa, dan partisipasi masyarakat, program tersebut tidak akan berjalan secara optimal. Karena itu kami memohon doa restu agar seluruh program pembangunan dapat terlaksana dengan baik demi kemajuan Buleleng," ucapnya.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah. Ia berharap nilai-nilai keagamaan yang tumbuh melalui Pura Jagatnatha dapat menjadi landasan moral bagi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Buleleng yang maju, sejahtera, damai, dan harmonis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....