Sampel Otak Anjing Penyerang Warga Tegal Badeng Positif Rabies
- 22 Jun 2026 10:36 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel otak anjing yang menggigit tiga warga di Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, menunjukkan hasil positif rabies. Menyusul temuan tersebut, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (DPPP) Jembrana segera menyiapkan langkah penanganan darurat guna mencegah penyebaran virus rabies di wilayah setempat.
Sampel otak hewan penular rabies (HPR) itu sebelumnya dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar setelah anjing tersebut menyerang seorang warga dewasa dan dua anak balita berusia 4 dan 5 tahun.
Salah seorang korban, Sodikun, mengaku telah menerima informasi mengenai hasil uji laboratorium yang menyatakan anjing tersebut terinfeksi rabies. Ia bersama dua korban lainnya saat ini telah menjalani vaksinasi anti rabies (VAR).
"Kami bertiga sudah mendapatkan suntikan VAR pertama. Tanggal 23 nanti dijadwalkan untuk vaksin tahap kedua karena harus mengikuti rangkaian vaksinasi," ujarnya, Minggu 21 Juni 2026.
Sodikun berharap pemerintah segera melakukan langkah antisipasi di lingkungan tempat tinggalnya. Menurutnya, vaksinasi darurat terhadap hewan peliharaan maupun anjing liar perlu segera dilakukan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
"Kami berharap ada vaksinasi emergency, baik untuk hewan peliharaan maupun anjing liar yang ada di sekitar desa," katanya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPPP Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, Senin 22 Juni 2026 mengatakan pihaknya akan segera melakukan tindakan pengendalian setelah hasil laboratorium menyatakan kasus tersebut positif rabies.
"Kalau hasilnya positif, tentu kami langsung melakukan penanganan, diawali dengan vaksinasi darurat di sekitar lokasi kejadian," ujarnya.
Sebelumnya, seekor anjing jantan berwarna cokelat bernama Bruno diduga terjangkit rabies dan menggigit tiga warga di Desa Tegal Badeng Timur. Hewan berusia sekitar tiga tahun itu diketahui telah ditelantarkan pemiliknya karena sakit dan berada di wilayah desa lain sebelum akhirnya berkeliaran di lokasi kejadian.
Korban pertama adalah Husein (5), yang mengalami luka gigitan pada paha kanan hingga berdarah. Korban lainnya, Nara (4), juga sempat digigit namun tidak mengalami luka terbuka. Kedua balita tersebut diduga diserang pada Minggu 14 Juni 2026.
Sementara itu, Sodikun menjadi korban berikutnya pada Senin 15 Juni 2026 malam saat menghadiri kegiatan syukuran malam satu suro di Gang Semar. Meski tidak menimbulkan luka terbuka, gigitan tersebut menyebabkan kaki Sodikun mengalami lebam dan bengkak. Atas saran warga, ia kemudian memeriksakan diri ke puskesmas.
Keesokan harinya, Selasa 16 Juni 2026, anjing tersebut ditemukan mati di pinggir jalan tidak jauh dari lokasi kejadian. Mengetahui hal itu, para korban kembali mendatangi puskesmas untuk mendapatkan VAR dan melaporkan kasus tersebut kepada petugas. Petugas kemudian mengambil sampel otak dari bangkai anjing untuk diuji di BBVet Denpasar. Setelah hasil pemeriksaan keluar dan dinyatakan positif rabies, pemerintah kini menyiapkan langkah penanganan lanjutan guna memutus potensi penyebaran penyakit tersebut di wilayah Desa Tegal Badeng Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....