Cegah Rabies, Pemkab Jembrana Perkuat Sterilisasi dan Vaksinasi HPR di Batuagung
- 05 Jun 2026 15:15 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mengintensifkan langkah pengendalian rabies menyusul ditemukannya kasus positif rabies di Banjar Masean, Desa Batuagung. Selain vaksinasi, upaya pengendalian populasi Hewan Penular Rabies (HPR) juga dilakukan melalui kegiatan sterilisasi yang dipusatkan di Balai Banjar Batuagung, Jumat, 5 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Distan Pangan) Jembrana mensterilkan 60 ekor hewan peliharaan, yang mayoritas merupakan kucing. Petugas juga memberikan vaksin rabies kepada 50 ekor anjing dan kucing sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit tersebut.
Kegiatan itu merupakan tindak lanjut atas kasus rabies yang berawal dari insiden gigitan anjing terhadap lima warga pada 12 Mei 2026. Setelah dilakukan pengujian laboratorium, sampel hewan tersebut dinyatakan positif rabies pada 15 Mei 2026.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Distan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengatakan program sterilisasi sebenarnya rutin dilaksanakan setiap bulan di berbagai wilayah. Namun, Desa Batuagung menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan karena adanya kasus rabies dan tingginya populasi anjing di kawasan tersebut.
“Kasus positif rabies yang ditemukan di Banjar Masean menjadi perhatian kami. Karena populasi anjing di wilayah ini cukup tinggi, maka kegiatan sterilisasi dan vaksinasi difokuskan untuk mengurangi risiko penularan sekaligus mengendalikan jumlah hewan peliharaan,” ujarnya.
Data Distan Pangan Jembrana mencatat hingga Juni 2026 terdapat 33 kasus rabies pada hewan di wilayah tersebut. Meski demikian, jumlah itu disebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sugiarta menjelaskan, rabies tidak hanya dapat ditularkan oleh anjing. Kucing serta hewan berdarah panas lainnya juga berpotensi menjadi sumber penularan. Karena itu, pemerintah mulai meningkatkan perhatian terhadap vaksinasi kucing sebagai bagian dari strategi pencegahan.
“Adanya indikasi kasus yang melibatkan kucing menjadi dasar bagi kami untuk memperluas cakupan vaksinasi. Ke depan, kucing juga akan menjadi sasaran prioritas selain anjing,” katanya.
Sementara itu, sepanjang tahun 2026 tercatat satu kasus suspek rabies pada manusia di Banjar Kembangsari, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya. Kondisi tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih disiplin dalam memvaksinasi hewan peliharaan.
Pihaknya mengimbau para pemilik anjing, kucing, maupun kera agar secara rutin memberikan vaksin rabies dan memastikan hewan peliharaan tidak berkeliaran bebas. Menurutnya, tanggung jawab pemeliharaan hewan menjadi faktor penting dalam menekan potensi penyebaran rabies di lingkungan masyarakat.
Selain pelaksanaan vaksinasi, pemerintah daerah juga terus menggencarkan edukasi mengenai pengendalian populasi HPR. Program yang sebelumnya difokuskan di Kecamatan Melaya dan Negara itu akan diperluas secara bertahap ke seluruh kecamatan sesuai jadwal tim medik veteriner.
Terkait kebutuhan vaksin, Distan Pangan memastikan ketersediaan stok masih aman untuk mendukung program pencegahan rabies. Saat ini populasi anjing di Kabupaten Jembrana diperkirakan mencapai sekitar 40.400 ekor dan pasokan vaksin terus mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali.
“Stok vaksin rabies masih mencukupi dan hingga saat ini tidak ada kendala distribusi. Dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali juga tetap berjalan untuk memastikan program vaksinasi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” kata Sugiarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....