Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118, IDI Buleleng Layani Warga Desa Gobleg

  • 20 Jun 2026 12:01 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Buleleng menggelar bakti sosial dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 di Wantilan Banjar Dinas Tengah, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Sabtu, 20 Juni 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan puluhan dokter umum dan dokter spesialis untuk memberikan pelayanan kesehatan serta pemeriksaan gratis kepada masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng yang juga Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan sekaligus Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Dewa Putu Merta Suteja. Bakti sosial tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat Desa Gobleg yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka.

Ketua IDI Cabang Buleleng, dr. I Wayan Parna Arianta, MARS mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan agenda rutin organisasi yang dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Buleleng.

"Pada kesempatan ini kami dari IDI Cabang Buleleng hadir di Desa Gobleg untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118. Kegiatan ini rutin kami laksanakan dengan harapan organisasi dapat berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Buleleng," ujarnya.

Ia menjelaskan, lebih dari 30 dokter spesialis dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Sejumlah fasilitas kesehatan juga dibawa ke lokasi, mulai dari alat ultrasonografi (USG) untuk memantau tumbuh kembang janin ibu hamil, pelayanan dokter anak, hingga penanganan nyeri bagi kelompok lanjut usia.

Menurutnya, kehadiran dokter spesialis anak menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Hal itu dilakukan untuk membantu mendeteksi kondisi balita dan janin sejak dini sebagai langkah pencegahan stunting yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia.

"Kami juga membawa beberapa peralatan mulai dari USG untuk melihat tumbuh kembang janin, kemudian pelayanan dokter anak dan penanganan nyeri untuk usia lanjut. Harapannya, anak-anak usia balita maupun yang masih dalam kandungan bisa terdeteksi kondisinya untuk mengantisipasi terjadinya stunting," katanya.

Dr. Parna menambahkan, pemilihan Desa Gobleg tidak terlepas dari dukungan pemerintah desa serta tingginya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan. Ia memastikan apabila ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, IDI akan berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang ada, termasuk RSUD Kabupaten Buleleng.

"Begitu kami tidak bisa tangani di lokasi bakti sosial, kami akan koordinasikan untuk penanganan lebih lanjut di berbagai fasilitas kesehatan yang ada, termasuk di RSUD Kabupaten Buleleng," ucapnya.

Perbekel Desa Gobleg, I Made Separsa menyambut baik pelaksanaan bakti sosial tersebut. Ia menilai kehadiran para dokter spesialis sangat membantu masyarakat, terutama dalam mendukung upaya pencegahan stunting dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

"Kami menyambut baik kegiatan ini karena masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis. Kami juga meminta agar dokter spesialis anak hadir untuk membantu memastikan kondisi anak-anak terkait stunting, sehingga penanganannya bisa lebih tepat," ujarnya.

Menurut Made Separsa, masyarakat Desa Gobleg memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala karena pemeriksaan kesehatan tidak cukup dilakukan hanya sekali.

"Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut beberapa bulan sekali. Kesehatan tidak cukup diperiksa satu kali saja, karena setiap saat bisa saja muncul permasalahan yang perlu ditangani," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan sekaligus Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Dewa Putu Merta Suteja memberikan apresiasi kepada para dokter umum dan dokter spesialis yang tergabung dalam IDI Cabang Buleleng. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian profesi kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan dan pemeriksaan gratis.

"Kami dari Dinas Kesehatan merespon positif dan mengucapkan terima kasih kepada sejawat dokter umum maupun dokter spesialis yang tergabung dalam IDI Cabang Buleleng. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan dan cek kesehatan gratis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan gratis merupakan salah satu program prioritas Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit pada seluruh kelompok usia. Jika ditemukan faktor risiko tertentu, masyarakat akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Terkait stunting, dr. Dewa Putu Merta Suteja menyebut angka kasus di Kabupaten Buleleng menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Upaya promotif dan preventif yang dilakukan secara rutin melalui Posyandu dan pengukuran serentak menjadi salah satu faktor yang mendukung penurunan tersebut.

"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini sehingga masalah kesehatan yang dialami masyarakat dapat diketahui dan ditangani lebih cepat," ucapnya.

Pelaksanaan bakti sosial Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 di Desa Gobleg menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kolaborasi antara IDI Cabang Buleleng, Dinas Kesehatan, pemerintah desa dan masyarakat diharapkan dapat terus memperkuat upaya pencegahan penyakit serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Buleleng.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....