IDI Buleleng Libatkan Dokter Anak untuk Cegah Stunting Desa Gobleg

  • 21 Jun 2026 07:39 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pencegahan stunting menjadi salah satu fokus dalam kegiatan bakti sosial Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Buleleng di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Sabtu 20 Juni 2026. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan layanan kesehatan langsung dari para dokter spesialis, termasuk dokter spesialis anak.

Pelayanan kesehatan tersebut tidak hanya menyasar kelompok usia tertentu, tetapi juga ibu hamil dan balita. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan dengan baik sejak dalam kandungan.

Ketua IDI Cabang Buleleng, dr. I Wayan Parna Arianta, MARS mengatakan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu alasan pihaknya menghadirkan dokter spesialis anak dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah terjadinya stunting.

"Nah, kenapa saya tekankan di sana karena ada amanat juga dari pihak Desa Gobleg bagaimana untuk memastikan agar anak-anak usia balita maupun yang dalam kandungan bisa terdeteksi apakah kondisinya bagus atau tidak untuk mengantisipasi terjadinya insiden kasus stunting yang selama ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia," ujarnya.

Selain dokter spesialis anak, IDI Cabang Buleleng juga menghadirkan layanan USG bagi ibu hamil. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memantau kondisi janin sehingga gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal.

Perbekel Desa Gobleg, I Made Separsa menyambut baik perhatian IDI Buleleng terhadap persoalan stunting. Menurutnya, kehadiran dokter spesialis anak sangat membantu masyarakat dalam memastikan kondisi kesehatan balita.

"Jadi stunting itu anaknya kadang-kadang aktif dan dia sehat, cuman pendek. Agak kurang sedikit lagi sudah masuk kategori stunting. Nah itulah nanti kami meminta para dokter untuk menghadirkan dokter spesialis anak untuk bisa mengindikasikan bahwa itu stunting atau tidak," katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah desa selama ini telah mengoptimalkan pelayanan Posyandu terpadu sebagai upaya pencegahan stunting. Namun pemeriksaan yang dilakukan dokter spesialis dinilai dapat melengkapi pelayanan yang sudah berjalan.

Kegiatan bakti sosial tersebut diharapkan semakin memperkuat upaya pencegahan stunting di Kabupaten Buleleng. Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan pemerintah desa dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas tumbuh kembang anak sejak dini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....