Dinkes Buleleng Sebut Angka Stunting Terus Mengalami Penurunan

  • 21 Jun 2026 07:40 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menyebut kasus stunting di daerah tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya promotif dan preventif yang dilakukan secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan sekaligus Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Dewa Putu Merta Suteja saat menghadiri bakti sosial Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Sabtu 20 Juni 2026.

Menurutnya, pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk mencegah terjadinya stunting. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan kesehatan serta pemantauan pertumbuhan balita secara rutin melalui Posyandu.

"Ini dari data terakhir di Dinas Kesehatan itu sudah terjadi penurunan kasus stunting dari tahun-tahun sebelumnya. Ini karena kita bergerak dengan kegiatan promotif dan preventif melalui penyuluhan dan pengukuran serentak di seluruh Kabupaten Buleleng," ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya pencegahan stunting harus dilakukan sejak remaja putri. Pencegahan anemia, pemeriksaan ibu hamil serta pemantauan tumbuh kembang balita menjadi bagian penting untuk menekan risiko stunting.

"Yang paling penting adalah pencegahan bagaimana agar balitanya tidak stunting. Pencegahannya dimulai sejak remaja putri, kemudian saat hamil, melahirkan dan memantau pertumbuhan balita secara rutin," katanya.

Menurut dr. Dewa Putu Merta Suteja, Posyandu memiliki peran penting dalam mendeteksi kondisi kesehatan anak sejak dini. Melalui pemantauan berat badan dan tinggi badan secara rutin, kondisi gizi anak dapat diketahui lebih cepat.

Pemerintah Kabupaten Buleleng juga terus mendorong pelaksanaan berbagai program kesehatan di masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan angka stunting dapat terus ditekan dari tahun ke tahun.

Penurunan kasus stunting di Kabupaten Buleleng menjadi salah satu indikator keberhasilan upaya promotif dan preventif yang dilakukan selama ini. Meski demikian, berbagai pihak diharapkan tetap berkolaborasi agar kualitas kesehatan anak dapat terus ditingkatkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....