Undiksha Lanjutkan Dukungan Program Satu Keluarga Satu Sarjana
- 12 Jun 2026 07:46 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) terus mendukung pelaksanaan program Satu Keluarga Satu Sarjana yang digagas Pemerintah Provinsi Bali dan sejumlah pemerintah kabupaten. Program tersebut telah berjalan sejak tahun 2025 dan menyasar mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang menjadi generasi pertama menempuh pendidikan tinggi.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undiksha, Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, mengatakan pada tahun pertama pelaksanaan program, Undiksha mengirimkan data calon penerima kepada pemerintah daerah untuk diverifikasi lebih lanjut. Dari proses tersebut, sebanyak 14 mahasiswa akhirnya menerima bantuan melalui program tersebut.
Menurutnya, jumlah penerima yang tidak terlalu banyak bukan karena keterbatasan kuota, melainkan adanya calon penerima yang memilih tetap menggunakan skema bantuan lain seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
“Tahun lalu yang mendapatkan program Satu Keluarga Satu Sarjana sekitar 14 orang. Ada kemungkinan sebagian mahasiswa memilih tetap menggunakan KIP Kuliah atau skema bantuan lainnya,” ujar Prof. Dr. Gede Rasben Dantes.
Ia menjelaskan, program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang menjadi orang pertama di keluarganya yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain itu, penerima juga harus memenuhi persyaratan ekonomi sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Prof. Rasben menilai program tersebut memberikan manfaat yang cukup besar bagi mahasiswa. Selain membantu biaya pendidikan, sejumlah penerima bantuan dari pemerintah daerah juga memperoleh dukungan tambahan berupa fasilitas penunjang perkuliahan.
Untuk penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, Undiksha kembali melakukan pendataan calon mahasiswa yang berpotensi menjadi penerima program. Data tersebut akan dihimpun melalui proses pendaftaran ulang mahasiswa baru.
“Kami meminta data apakah mereka merupakan generasi pertama yang masuk perguruan tinggi. Selanjutnya data itu akan kami kirimkan kepada pemerintah daerah atau provinsi untuk diverifikasi,” katanya.
Undiksha juga berencana memprioritaskan pengiriman data mahasiswa yang masuk kelompok Uang Kuliah Tunggal (UKT) 1 dan UKT 2. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat lebih dahulu diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana, pihaknya berharap semakin banyak generasi muda Bali dapat mengakses pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....