Caregiver Festival 2026 Cetak Talenta Muda Perawatan Lansia Bali

  • 09 Jun 2026 20:19 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Gianyar - Menyiapkan tenaga perawatan lansia yang kompeten terus dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan caregiver di dalam maupun luar negeri. Salah satunya melalui Lomba Kompetensi Skill Perawatan Lansia Tingkat SMK Kesehatan se-Bali yang digelar Medikom Indonesia di Kampus Medikom Indonesia, Ketewel, Sukawati, Gianyar, Minggu 31 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Caregiver Festival 2026 yang digelar dalam peringatan HUT ke-4 Medikom Indonesia sekaligus Hari Lansia Nasional. Sebanyak 13 tim dari SMK kesehatan di berbagai kabupaten dan kota di Bali ambil bagian dalam kompetisi yang dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam memberikan pelayanan dan perawatan lansia secara profesional.

Persaingan berlangsung sejak babak penyisihan hingga semifinal. Empat sekolah yang berhasil melaju ke semifinal yakni SMK Bintang Persada Tabanan, SMKS Sanjiwani Gianyar, SMK Bali Dewata, dan SMK Negeri 1 Kubutambahan. Dari hasil penilaian dewan juri, SMK Sanjiwani Gianyar keluar sebagai juara pertama, disusul SMK Bintang Persada di posisi kedua, SMK Negeri 1 Kubutambahan sebagai juara ketiga, serta SMK Bali Dewata meraih Juara Harapan I.

Para pemenang memperoleh hadiah berupa uang pembinaan, piala, dan voucher untuk mengikuti Uji Kompetensi Caregiver BNSP. Ajang tersebut sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk mengukur kemampuan serta mengenal lebih jauh peluang karier di bidang pelayanan lansia yang terus berkembang.

Direktur Medikom Indonesia, Ns. I Kadek Artawan, M.Kep, mengatakan kebutuhan tenaga caregiver terus mengalami peningkatan sejalan dengan bertambahnya populasi lansia. Menurutnya, penguatan kompetensi sejak bangku pendidikan menengah menjadi langkah penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap bekerja dan memiliki daya saing global.

"Perawatan lansia membutuhkan keterampilan, empati, komunikasi yang baik, serta pemahaman terhadap kebutuhan fisik dan psikologis lansia. Melalui lomba ini, kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kompetensi sekaligus menumbuhkan minat berkarier di bidang caregiving," ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, peserta diuji melalui berbagai aspek keterampilan perawatan lansia. Materi yang dinilai meliputi komunikasi terapeutik, bantuan aktivitas sehari-hari atau Activities of Daily Living (ADL), mobilisasi dan transfer pasien, pengukuran tanda-tanda vital, hingga penerapan keselamatan dan kenyamanan lansia sesuai standar pelayanan caregiving.

Selain kemampuan teknis, penilaian juga menitikberatkan pada sikap profesional, etika pelayanan, kemampuan komunikasi, serta penerapan prinsip keselamatan pasien. Aspek tersebut dinilai sebagai kompetensi penting yang harus dimiliki seorang caregiver profesional dalam memberikan pelayanan kepada lansia.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari institusi pendidikan kesehatan, praktisi pelayanan lansia, hingga masyarakat. Antusiasme peserta selama kompetisi berlangsung menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap profesi caregiver yang kini semakin dibutuhkan.

Penyelenggaraan Lomba Kompetensi Skill Perawatan Lansia ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan kesehatan. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kesiapan lulusan SMK kesehatan dalam memenuhi kebutuhan tenaga caregiver profesional di tingkat nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....