Lovina Festival 2026 Tarik 30 Ribu Pengunjung, Transaksi UMKM Capai Rp746 Juta
- 29 Jul 2026 00:17 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Lovina Festival 2026 berhasil menarik 30 ribu pengunjung selama lima hari berlangsung dari 24–28 Juli 2026 di Pantai Lovina, Buleleng.
- Festival dengan tema Theatre of Dolphins mencatat nilai transaksi UMKM sebesar Rp746.788.000, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal.
- Penyelenggaraan tahun ini menggunakan dua segmentasi panggung: Panggung Tasik Madu (24–26 Juli) untuk wisatawan mancanegara dan Panggung Binaria (26–28 Juli) untuk wisatawan domestik.
RRI.CO.ID, Singaraja – Lovina Festival 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama lima hari, 24–28 Juli 2026, di kawasan Pantai Lovina, Buleleng. Festival yang mengusung tema Theatre of Dolphins tersebut berhasil menarik sekitar 30 ribu pengunjung dan mencatat nilai transaksi UMKM sebesar Rp746.788.000.
Ketua Panitia Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, mengatakan penyelenggaraan tahun ini dirancang dengan dua segmentasi panggung. Panggung Tasik Madu pada 24–26 Juli difokuskan untuk wisatawan mancanegara, sedangkan Panggung Binaria pada 26–28 Juli menyasar wisatawan domestik.
"Konsep ini diharapkan dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan sekaligus menggerakkan sektor perhotelan, restoran, transportasi, UMKM, dan ekonomi kreatif di kawasan Lovina," ujarnya dalam laporan penutupan festival, Selasa, 28 Juli.
Reika menjelaskan, Lovina Festival 2026 melibatkan 250 pelaku seni, 44 komunitas, 82 booth UMKM, serta mendapat dukungan dari 30 mitra dan sponsor. Tingginya jumlah kunjungan dan transaksi menunjukkan festival tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni budaya, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan bahwa festival menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak dalam memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Bali Utara. Menurutnya, sinergi seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung penyelenggaraan festival setiap tahunnya.
Pemerintah Kabupaten Buleleng juga mulai menerapkan metode evaluasi baru dengan mengelompokkan data wisatawan berdasarkan kategori industri pariwisata dan UMKM lokal. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pengembangan pariwisata yang lebih terarah dan berbasis data.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....