Lovina Festival 2026 Berakhir, Sutjidra Optimistis Bali Utara Mendunia

  • 29 Jul 2026 00:16 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Lovina Festival 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama lima hari di Kawasan Pantai Binaria, Lovina pada Selasa 28 Juli 2026. Mengusung tema Theatre of Dolphins, festival tersebut tidak hanya menampilkan kemegahan seni budaya dan pesona alam Bali Utara, tetapi juga membuktikan bahwa event pariwisata mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ribuan wisatawan domestik dan mancanegara memadati kawasan festival yang menghadirkan pertunjukan seni, musik, pameran UMKM, hingga beragam atraksi wisata.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan Lovina Festival telah berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda hiburan tahunan. Menurutnya, festival ini menjadi ruang kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Festival ini menunjukkan bahwa Buleleng memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang mengedepankan kekayaan budaya dan keindahan alam. Inilah wajah Bali Utara yang ingin kita perkenalkan kepada dunia," ujar Sutjidra.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Lovina Festival merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari panitia, sponsor, pelaku pariwisata, pengelola hotel dan restoran, pemandu wisata, pelaku UMKM, komunitas seni, instansi pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat yang menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

"Semangat kebersamaan yang terbangun selama festival diharapkan menjadi energi baru untuk terus memajukan pariwisata, melestarikan budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Buleleng secara berkelanjutan," katanya.

Ketua Panitia Lovina Festival 2026 sekaligus Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menjelaskan penyelenggaraan tahun ini menerapkan dua segmentasi panggung sebagai strategi memperluas jangkauan pasar wisata. Panggung Tasik Madu pada 24–26 Juli difokuskan bagi wisatawan mancanegara, sedangkan Panggung Binaria pada 26–28 Juli menyasar wisatawan domestik.

Ketua Panitia Lovina Festival 2026 sekaligus Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni saat menyampaikan sambutan. ( Foto: RRI/Riska Desiandra).

"Segmentasi panggung ini dirancang agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas sehingga mampu meningkatkan lama tinggal mereka di Lovina, sekaligus menggerakkan sektor perhotelan, restoran, transportasi, UMKM, dan ekonomi kreatif," ucapnya.

Dari sisi capaian, Lovina Festival 2026 melibatkan 250 pelaku seni, 44 komunitas, 82 booth UMKM, serta mendapat dukungan 30 mitra dan sponsor. Selama lima hari pelaksanaan, festival berhasil menarik sekitar 30.000 pengunjung. Aktivitas ekonomi yang tercipta juga cukup signifikan dengan nilai transaksi pada 82 booth UMKM mencapai Rp746.788.000, memperlihatkan bahwa festival tidak hanya menjadi panggung promosi budaya, tetapi juga instrumen nyata dalam mendorong perputaran ekonomi lokal.

Sebagai bahan evaluasi sekaligus pijakan pengembangan ke depan, Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menerapkan pendekatan berbasis data dalam mengukur dampak ekonomi penyelenggaraan festival. Pengelompokan data wisatawan berdasarkan kategori industri pariwisata dan UMKM lokal akan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih terarah dan terukur. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Buleleng menjadikan Lovina Festival bukan sekadar agenda tahunan, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat posisi Bali Utara sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....