Damkar Buleleng Perkuat Layanan Penyelamatan, meski Baru Didukung Tiga Pos Siaga

  • 09 Jun 2026 20:22 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Buleleng terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai inovasi di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Selain menangani kebakaran, Damkar kini semakin aktif dalam berbagai operasi penyelamatan yang berkaitan dengan keselamatan warga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, I Gede Arya Suardana, menjelaskan bahwa saat ini pelayanan Damkar Buleleng didukung oleh tiga pos, yakni Pos Induk Singaraja, Pos Kubutambahan, dan Pos Seririt.

Menurutnya, jumlah tersebut masih jauh dari kondisi ideal. Berdasarkan standar waktu tanggap (response time) selama 15 menit, Kabupaten Buleleng seharusnya memiliki sembilan pos pemadam untuk menjangkau seluruh wilayah secara optimal.

“Kalau berbicara ideal, Buleleng seharusnya didukung sembilan pos. Saat ini baru tiga pos sehingga untuk wilayah yang jauh seperti Tejakula dan Gerokgak masih menjadi tantangan dalam memenuhi waktu tanggap sesuai regulasi,” ujarnya pada Selasa, 9 Juni 2026.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Damkar Buleleng mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi, edukasi, simulasi kebakaran, hingga pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).

Arya menjelaskan, peran Damkar saat ini tidak lagi terbatas pada pemadaman api. Petugas juga melaksanakan berbagai tugas penyelamatan, mulai dari evakuasi hewan berbahaya seperti ular dan biawak, penanganan sarang tawon, hingga membantu masyarakat dalam kondisi darurat lainnya.

Bahkan, sejumlah layanan unik juga sering diterima petugas. Salah satunya membantu warga melepaskan cincin yang tidak bisa dilepas hingga membantu memasang lampu di rumah kos mahasiswa yang tidak memiliki peralatan memadai.

“Prinsipnya selama itu membantu masyarakat dan masuk kategori pelayanan kemanusiaan, kami siap membantu,” katanya.

Untuk meningkatkan kemampuan personel, Damkar Buleleng secara rutin mengikuti berbagai pelatihan penyelamatan. Selain itu, petugas juga melakukan pembelajaran mandiri dan berkolaborasi dengan instansi lain yang memiliki pengalaman lebih luas dalam operasi penyelamatan.

Upaya pencegahan juga menjadi fokus utama. Damkar secara rutin melakukan asesmen, edukasi, serta simulasi penanganan kebakaran di fasilitas publik, sekolah, instansi pemerintah hingga satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pengetahuan mengenai langkah-langkah penanganan kebakaran sejak dini, termasuk penggunaan alat sederhana seperti karung basah atau handuk basah sebelum api membesar.

“Kami ingin masyarakat memiliki kemampuan dasar dalam mengendalikan api sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah kejadian,” kata Arya.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam program edukasi kebakaran sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman dan tanggap terhadap berbagai kondisi darurat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....