KPU Buleleng Siapkan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu Secara Cerdas
- 08 Jun 2026 06:42 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, SIngaraja - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng terus memperkuat pendidikan politik bagi generasi muda melalui program pendidikan pemilih pemula. Langkah ini dilakukan untuk mempersiapkan calon pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab menjelang pelaksanaan pemilu di masa mendatang. Pendidikan pemilih dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan demokrasi yang berkualitas dan berkelanjutan.
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata, mengatakan generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi bangsa. Karena itu, pemahaman politik yang baik perlu ditanamkan sejak dini agar para pemilih pemula tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga memahami makna penting dari partisipasi politik.
Menurutnya, politik seharusnya dipahami dari sisi yang positif karena pada dasarnya merupakan sarana untuk mencapai tujuan bersama demi kesejahteraan masyarakat. Dengan pemahaman yang tepat, generasi muda diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari serta berkontribusi dalam membangun lingkungan sosial yang lebih baik.
“Kami berharap dan mengajak seluruh generasi muda agar memaknai dan memahami politik dalam sudut pandang yang positif. Karena esensi politik adalah cara yang baik untuk mencapai tujuan bersama demi kesejahteraan bersama. Dengan memahami dan mempraktikkan nilai-nilai politik dalam kehidupan sehari-hari, harapan untuk mewujudkan demokrasi yang sesuai dengan esensinya dapat terwujud di masa yang akan datang,” ujarnya, Senin, 8 Juni 2026.
Putu Arya menjelaskan, melalui kegiatan pendidikan pemilih pemula, KPU hadir sebagai lembaga yang bertugas mempersiapkan calon-calon pemilih agar memiliki pengetahuan yang cukup mengenai demokrasi dan kepemiluan. Upaya ini dilakukan agar generasi muda mampu menentukan pilihan secara rasional berdasarkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menegaskan bahwa pembekalan kepada pemilih pemula tidak hanya bertujuan meningkatkan angka partisipasi pemilih, tetapi juga membentuk karakter pemilih yang cerdas. Dengan demikian, ketika tahapan pemilu dimulai, para pemilih muda telah siap menggunakan hak pilihnya secara bijak dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.
“Melalui pendidikan pemilih pemula ini, KPU berupaya mempersiapkan calon-calon pemilih agar mampu menjadi pemilih yang cerdas. Kami ingin mereka memahami bagaimana menentukan pilihan dengan baik sehingga saat tahun politik atau pemilihan umum dimulai, mereka sudah siap berpartisipasi dalam pesta demokrasi,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pemuda yang telah atau akan memasuki usia 17 tahun untuk berperan aktif dalam setiap proses demokrasi. Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat penting karena mereka merupakan kelompok pemilih yang jumlahnya besar dan memiliki pengaruh signifikan terhadap masa depan daerah maupun bangsa.
“Ketika masyarakat, khususnya pemuda yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih, memiliki kesadaran politik yang baik, maka mereka akan berpartisipasi secara aktif untuk menyukseskan pesta demokrasi dari lima tahun ke lima tahun berikutnya. Inilah yang menjadi harapan kami agar demokrasi terus tumbuh semakin matang dan berkualitas,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....