Celukan Bawang Disiapkan Jadi Jalur Baru Penyeberangan Bali-Jawa
- 10 Jul 2026 09:58 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah mulai mematangkan rencana pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, sebagai alternatif layanan penyeberangan Bali–Jawa. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan penumpang pada masa libur nasional sekaligus mengurangi kepadatan yang selama ini terjadi di lintas Ketapang–Gilimanuk.
Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ke Pelabuhan Celukan Bawang, Kamis 9 Juli 2026. Kunjungan itu juga dihadiri jajaran Direktur Jenderal Kementerian Perhubungan, pimpinan Pelindo, Wakil Bupati Buleleng, Forkopimda Kabupaten Buleleng, serta sejumlah pemangku kepentingan untuk meninjau langsung kesiapan infrastruktur pelabuhan.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat sejumlah fasilitas yang dinilai berpotensi dikembangkan, di antaranya Dermaga Plengsengan dan Dermaga 3. Pemerintah menilai optimalisasi fasilitas tersebut dapat meningkatkan kapasitas pelayanan, baik untuk angkutan barang maupun layanan penyeberangan kapal.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan Pelabuhan Celukan Bawang sekaligus mengkaji peluangnya menjadi pelabuhan penyeberangan. Menurutnya, pengalaman antrean panjang saat periode libur menjadi salah satu alasan pemerintah mencari alternatif layanan di Bali bagian utara.
"Kunjungan kami ke Pelabuhan Celukan Bawang untuk memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan. Pada periode libur, khususnya saat Lebaran yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk sempat mencapai sekitar 35 kilometer. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah sehingga kami mengkaji Pelabuhan Celukan Bawang sebagai salah satu alternatif untuk membantu mengurai kepadatan, baik dari sisi Ketapang maupun Gilimanuk," ujarnya.
Dudy menjelaskan, Pelabuhan Celukan Bawang memiliki karakteristik yang mendukung operasional kapal roll on-roll off (Ro-Ro). Selain itu, tersedia lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai area penyangga kendaraan sehingga arus kendaraan menuju kapal dapat diatur lebih baik.
"Pelabuhan ini memiliki karakteristik yang dapat mendukung pengembangan layanan Ro-Ro. Selain itu, tersedianya lahan parkir juga dapat dimanfaatkan sebagai buffer zone, sehingga kendaraan dapat ditampung terlebih dahulu sebelum masuk ke kapal. Dengan pengelolaan seperti ini, arus kendaraan diharapkan menjadi lebih tertata dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," katanya.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, menegaskan Pelindo siap mendukung penuh rencana pemerintah dalam mengembangkan Pelabuhan Celukan Bawang. Menurutnya, meski sejak awal pelabuhan tersebut dipersiapkan untuk mendukung sektor energi, pengembangannya kini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi dan pelayanan publik yang terus meningkat.
"Pelabuhan Celukan Bawang pada awalnya dipersiapkan untuk mendukung sektor energi. Namun, seiring berkembangnya kebutuhan transportasi serta adanya permintaan dari Pemerintah Provinsi Bali dan Kementerian Perhubungan, Pelindo siap mengoptimalkan pelabuhan ini untuk mendukung pelayanan publik, baik angkutan barang maupun penyeberangan," ucapnya.
Achmad menambahkan, Pelindo telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera menyusun kajian teknis sebagai tindak lanjut hasil peninjauan lapangan. Kajian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan infrastruktur dan skema pengembangan pelabuhan ke depan.
"Kami siap mendukung kebutuhan masyarakat untuk memperlancar angkutan, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi. Mandat yang diberikan pemerintah akan segera kami tindak lanjuti agar Pelabuhan Celukan Bawang dapat berkontribusi terhadap kelancaran transportasi antara Pulau Jawa dan Pulau Bali," katanya.
Pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan transportasi laut nasional, khususnya di lintas Bali–Jawa. Melalui kolaborasi Kementerian Perhubungan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, dan seluruh pemangku kepentingan, pelabuhan ini diharapkan mampu menghadirkan alternatif penyeberangan yang lebih efektif, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendukung kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat pada periode dengan volume perjalanan yang tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....